JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Taman Jurug Solo Masih Jadi Andalan Wisatawan, Libur Lebaran Pengunjung Terus Meningkat

Para pengunjung TSTJ tampak terus berdatangan. Foto: JSNews.com

SOLO (JOGLOSEMARNEWS.COM ) – Keberadaan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau yang akrab dikenal Jurug Solo Zoo masih menjadi tujuan wisata bagi masyarakat khususnya yang berasal dari wilayah Solo dan kabupaten sekitarnya, bahkan hingga  Jawa Timur bagian barat.

Hal itu terbukti dengan antusiasme masyarakat yang mengunjungi Jurug Solo Zoo pada liburan Lebaran Idul Fitri 1440 H kali ini. Jumlah pengunjung di TSTJ pada pekan pertama usai lebaran tahun 2019 mengalami kenaikan dua digit dibanding periode yang sama pada lebaran lalu.

“Pada periode Lebaran kali ini, kami awalnya menargetkan 60.000 pengunjung. Dan rupanya sampai tanggal 9 kemarin sudah terpenuhi bahkan lebih sudah lebih dari 60.000. Jika antuasiasme masyarakat seperti ini dalam mengunjungi Jurug, maka jumlah pengunjung bisa sampai 100.000. Itu harapan kami,” kata Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir saat berbincang dengan Joglosemarnews di TSTJ, Senin (10/6/2018).

Dijelaskan Bimo, selama periode Lebaran 2019, jumlah wisatawan mengalami peningkatan setiap harinya. Tercatat pada H+1 jumlah kunjungan wisatawan yang datang sebanyak 11.191 orang dan hari berikutnya meningkat menjadi 11.757 orang.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka SMP di Solo Akan Dimulai November 2020, Guru dan Murid Diswab Dulu

Peningkatan wisatawan yang datang ke Jurug Solo Zoo itu juga dipengaruhi sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor eksterna misalnya fasilitas tol trans jawa memudahkan pengunjung dari luar kota untuk datang ke Solo.

Sedangkan internal adalah promosi dan ekspose keberadaan TSTJ ke publik. Terutama lewat media massa maupun media sosial. “Yang tak kalah penting adalah penambahan fasilitas di TSTJ sendiri. Mulai arena bermain baru hingga koleksi hewan yang bertambah. Kami juga mempersiapkan fasilitas pendukung, sehingga masyarakat dapat lebih terpuaskan berkunjung ke TSTJ. Termasuk pelayanan e-ticket,” tambah Bimo.

Untuk event kirab Joko Tingkir dan Pesta Ketupat juga menjadi penyumbang jumlah pengunjung yag datang. Pada pekan Syawalan, TSTJ dikunjungi 17.000 pengunjung. Puncak perayaan Pekan Syawalan yang digelar TSTJ diwarnai dengan terselenggaranya Kirab Joko Tingkir dan Pesta Ketupat. Acara tersebut juga untuk pertama kalinya turut serta dihadiri oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Pengelola TSTJ Solo juga berencana menambah koleksi satwa baru. Rencana tersebut akan direalisasikan pada tahun 2019 ini. TSTJ telah bekerjasama dan menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan Kebun Binatang Ragunan terkait penambahan satwa baru ini,” terang Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, Senin (10/6/2019).

Baca Juga :  Cara Nyentrik Hasan Mulachela Edukasi Protokol Kesehatan: Berbagi Sembako pada Pengemudi Becak dan Janda Miskin, yang Tak Pakai Masker Tak Dapat Jatah Paket

Ada sebanyak 26 jenis satwa yang direncanakan akan menambah koleksi Jurug Solo Zoo. Hewan yang akan menambah koleksi taman satwa yang lokasinya bersebelahan dengan Sungai Bengawan Solo tersebut, di antaranya Si Amang, Burung Onta, Burung Pelikan, Kapibara, dan masih banyak lagi.

Bimo menyebut, kerjasama tersebut merupakan jalinan kerjasama untuk konservasi satwa. Penambahan koleksi itu penting untuk menjaga populasi jenis satwa yang ada.

TSTJ juga telah menjalin kerjasama sister zoo dengan Kebun Binatang Gembira Loka yang ada di Yogyakarta. “Kami bekerja sama untuk upaya inseminasi buatan bagi Macan Tutul yang ada di TSTJ ini yang tidak ada pasangannya,” ujarnya.

Bimo menyampaikan, pemeliharaan satwa dan pelestarian fauna bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kota Solo saja, melainkan seluruh warga yang juga harus peduli dengan flora dan fauna. Marwantoro | Syahirul