loading...
Loading...
Foro kondisi balai desa di Taraman yang sempat digemparkan dengan bisnis investasi semut rangrang di wilayah setempat. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Janji keuntungan menggiurkan yang ditawarkan bisnis investasi semut rangrang yang dikelola CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen ternyata memikat banyak konsumen. Tak hanya masyarakat biasa dan pengusaha, kalangan pejabat hingga aparat pun juga ada yang kepincut.

Seperti diungkapkan salah satu mitra, Isrori, perangkat desa di Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen. Ia menuturkan magnet keuntungan besar yang dijanjikan oleh CV yang berpusat di Dukuh Kroyo, Taraman, Sidoharjo itu memang membuat banyak orang tergiur.

Isrori yang berdomisili di dekat tak jauh dari lokasi gudang CV MSB itu mengaku juga tergoda ikut investasi. Awalnya ia ikut 60 paket, kemudian nambah lagi hingga total 125 paket senilai hampir Rp 200 juta.

Baca Juga :  Kepergok Nyambi Maling, Sales Regulator Berdasi Ditangkap Rame-rame di Sambungmacan Sragen. Sempat Hendak Buang HP Saat Digeledah 

Ia mengaku tergiur ikut karena mendengar cerita warga tetangga yang sudah lebih dulu ikut dan merasakan panenan.

“Kalau wilayah Sragen juga banyak yang ikut. Ribuan orang. Rata-rata ya ikutnya puluhan sampai ratusan juta. Bahkan ada seorang camat yang ikut sampai Rp 500 juta. Lalu anggota polisi Sragen juga ikut sampai Rp 50 juta. Pegawai kecamatan juga. Rata-rata ikut-ikutan karena percaya karena yang ikut awal sudah merasakan hasilnya. Karena seperti kemronggo. Begitu merasakan panen sekali orang jadi pingin nambah lagi biar banyak. Sebagian sampai rela utang ke bank,” paparnya kepada Joglosemarnews.com.

Isrori menuturkan dari modal 200 juta yang ia gelontorkan, sampai saat ini ia sudah menerima bayaran panen sebanyak 3 kali. Sehingga sebagai mitra yang terbilang relatif baru, ia juga sempat cemas ketika gudang dan usaha mendadak ditutup sebulan lalu.

Baca Juga :  Detik-detik Pengunjung Kemukus Tewas Saat Ritual S3ks dengan Teman Kencan. Nafas Korban Sempat Tersengal-sengal Lalu.. 

Namun kecemasannya sedikit mereda setelah mendengar penjelasan dari pihak CV bahwa meskipun produksi dihentikan, manajemen tetap akan bertanggungjawab membayar mitra sampai selesai.

Pembayaran akan dilakukan sesuai penjadwalan ulang yang sudah disosialisasikan kepada mitra melalui koordinator.

“Kalau kemarin janjinya untuk pembayaran tetap akan dibayar. Ada surat pernyataan dari pihak MSB juga. Saya agak ayem karena anak saya yang jadi driver di sana (MSB) hari ini tadi sudah disuruh masuk lagi. Mudah-mudahan nanti bisa dipenuhi komitmen pembayarannya,” tukas Isrori.

Baca Juga :  Dampak Musim Kemarau, 7.000 Hektare Sawah di Sragen Terancam Tak Bisa Ditanami. Debit Waduk Bothok Mulai Mencemaskan 

Tak hanya Isrori, beberapa perangkat desa di Sidoharjo juga banyak yang tergoda untung besar investasi semut rangrang MSB. Bahkan salah satu Kadus di Taraman pun sampai mencari pinjaman ke bank dan ikut investasi hingga ratusan juta.

Sebelumnya, Direktur CV MSB, Sugiyono menjanjikan meski produksi dihentikan, namun perusahaan menjamin siap memenuhi kewajiban pembayaran sampai selesai. Pembayaran akan dilakukan sesuai penjadwalan ulang yang sudah disampaikan ke semua mitra melalui koordinator masing-masing area.

“Tapi kalau soal jumlahnya berapa, saya kira nggak perlu kami sampaikan. Kalau nanti orang nggak terbiasa dengan jumlah angkanya, malah bisa kalap,” katanya saat memberikan klarifikasi kepada wartawan dua hari lalu. Wardoyo

 

Iklan
Loading...