loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan, pertemuan Prabowo dan Jokowi, Sabtu (13/7/2029) lalu tak mengandung unsur power sharing.

Hal itu dipaparkan Amien usai bertemu Prabowo, Selasa (16/7/2019) sore.

“Bahwa pertemuan (Prabowo) dengan Pak Jokowi 13 Juli kemarin itu sama sekali tidak berdiskusi, bermusyawarah, bertukar pikiran mengenai power sharing, mengenai pembagian kursi, mengenai hal-hal yang mungkin kita sangka telah terjadi,” kata Amien di kediamannya, Kompleks Taman Gandaria, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Amien bertemu dengan Prabowo di rumah anggota Dewan Pembina Gerindra, Maher Algadri, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa sore ini. Menurut penuturan Amien, pertemuan itu berlangsung selama 25 menit.

Baca Juga :  Politisi Golkar Minta Siapapun Tak Intervensi Internal Partainya

Amien menuturkan Prabowo menjelaskan tujuannya bertemu Jokowi adalah murni untuk menghapuskan polarisasi yang belakangan populer dengan sebutan cebong (bagi pendukung Jokowi) dan kampret (bagi pendukung Prabowo).

“Jadi hanya betul-betul pertemuan dua tokoh yang intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret ya. Sehingga tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur gitu,” tuturnya.

Selain itu, Amien mengatakan, Prabowo juga menyatakan komitmennya. Menurut Amien, komitmen Prabowo persis seperti yang dituliskan Ketua Umum Partai Gerindra ini di unggahan akun Instagramnya pada Minggu (14/7/2019).

Saat berbicara pada wartawan, Amien mencetak unggahan Prabowo ini dalam secarik kertas.

Baca Juga :  Rapat Perdana Menhan Prabowo dengan DPR Hujan Interupsi, Prabowo Enggan Terbuka Soal Anggaran

Berikut komitmen Prabowo, dikutip dari akun Instagram pribadinya @Prabowo: “Assalamualaikum Wr. Wb. Seluruh hidup saya telah saya persembahkan kepada kepentingan Bangsa dan Republik Indonesia.

Saya tidak akan pernah tawar-menawar terhadap cita-cita dan nilai yang saya pegang yaitu Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Indonesia yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Rakyat Indonesia yang menikmati hasil kekayaan dari Indonesia sendiri. Indonesia yang utuh dari Sabang sampai Merauke, Bhinneka Tunggal Ika yang berdasarkan UUD 45. Wassalamialaikum Wr. Wb.”

Jokowi dan Prabowo sebelumnya bertemu untuk pertama kali setelah pemilihan presiden pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Titik awal pertemuan berlokasi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. Keduanya kemudian naik moda transportasi anyar itu menuju Senayan, Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Viral, Risa Santoso Gadis Cantik 27 Tahun Jadi Rektor Termuda di Indonesia, ini Fakta-faktanya

Di Stasiun MRT Senayan, Jokowi dan Prabowo memberikan pernyataan kepada wartawan. Jokowi berharap tak ada lagi kompetisi seiring dengan berakhirnya pilpres 2019.

Dia mengatakan tak ada lagi 01 dan 02, begitu pula sebutan cebong dan kampret harus disudahi.

Adapun Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi yang kembali terpilih sebagai presiden.

Prabowo juga menyampaikan kesiapannya membantu, sekaligus meminta Jokowi maklum jika pihaknya mengkritik kebijakan pemerintah. Jokowi dan Prabowo juga bersantap siang bersama di pusat perbelanjaan FX Sudirman.

www.tempo.co

Loading...