loading...
Loading...
Komoditi cabai

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Harga cabai rawit disejumlah pasar tradisional di Karanganyar, melonjak tajam dan menembus angka Rp 65.000 per kilogram. Berkurangnya pasokan membuat harga cabe terkerek naik hingga membuat pedagang kelimpungan.

Tak hanya itu, sejumlah pedagang yang menggunakan bahan cabe terpaksa juga mencari alternatif baru untuk menekan biaya cabe.

Salah satunya pedagang mie ayam dan bakso. Ari, salah satu pedagang mie ayam keliling di Karanganyar menuturkan, terpaksa mencampur cabai rawit merah dengan cabai keriting untuk mengakali melonjaknya harga cabai.

“ Ya harus kita campur mas. Kalau semua pakai cabai rawit, bisa rugi ,” paparnya Selasa (16/7/2019).

Pantauan Senin (15/07/2019 di Pasar Jungke Karanganyar, kenaikan harga cabai ini, telah terjadi sejak sepekan terakhir. Sebelumnya, harga cabai rawait merah ini masih diangka  Rp 45.000 dan terus mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Awas, Besok BPK Bakal Periksa Pengelolaan Keuangan di Karanganyar. Belanja Langsung 2020 Capai Rp 1,02 Trilyun

Dalam seminggu terakhir  hingga mencapai Rp 65.000 perkilogram.

Pangat, salah satu pedagang di Pasar Jungke Karanganyar mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah ini, disebabkan karena kurangnya pasokan dari petani akibat musim kemarau.

Menurutnya, musim kemarau ini, tanaman cabai petani banyak yang mengalami kerusakan, seperti layu dan kering serta diserang hama.

“Harga ditingkat pedagang besar juga mengalami kenaikan. Otomatis kami juga ikut menaikkan harga,” ujar Rajiyem, pedagang lain Senin (15/07/2019).

Menurut Pangat, akibat kenaikan harga cabai, permintaan semakin menurun. Para pembeli, jelasnya, memilih cabai rawit hijau, yang relatif lebih murah.

Baca Juga :  Kepyakan Pasar Tani Digelar di Kerjo Karanganyar

“Dampaknya  ya permintaan menurun mas,” ungkapnya.

Sedangkan untuk cabai jenis lain, seperti rawit hijau, masih di harga Rp 50.000 per kilogram, cabai merah keriting di harga Rp 51.000 perkilogram. Wardoyo

Loading...