loading...
Loading...
Orangtua dan calon siswa saat antri mendaftar di PPDB SMPN 2 Sragen hari pertama Rabu (4/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMP tahun akademik 2019/2020 di Sragen menyisakan 652 kursi kosong. Angka itu diperkirakan masih bisa bertambah jika ada siswa diterima seleksi namun tidak melakukan daftar ulang.

Data itu merupakan sisa kursi yang tidak terisi dari 19 SMP Negeri yang tak terpenuhi kuotanya.

Berdasarkan hasil pengumuman yang dilansir dalam website ppdb.sragenkab.go.id, hasil seleksi menunjukkan ada 19 SMPN yang masih kekurangan siswa.

Jika diakumulasi, sisa kursi di 19 SMPN itu total masih mencapai 652 kursi kosong.

Baca Juga :  Kejari Sragen Limpahkan Berkas Kasus Kasda Mantan Bupati Agus ke Tipidkor Semarang

Jika dipersentase ada 39 % SMPN yang menyisakan kursi kosong.

Berdasarkan statistik hasil seleksi, 19 SMPN yang tak terisi penuh itu mayoritas berlokasi di kecamatan pinggiran.

Di antaranya SMPN 1 Gesi, SMPN 2 Jenar, SMPN 1 dan 2 Kalijambe, SMPN 2 dan Satap 3 Miri, SMPN 2 Mondokan dan Sambirejo, SMPN 2 Sukodono, SMPN 1 dan 2 Sukodono.

Lantas SMPN di Sumberlawang kecuali SMPN 1 Sumberlawang, SMPN di Tangen dan SMPN 2 Tanon.

Nasib tragis juga dialami SMPN Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong yang hanya terisi 6 dari 96 kursi yang dibuka.

Baca Juga :  Geger Pengunjung Gunung Kemukus Ditemukan Tewas Saat Ngamar di Malam Jumat Keramat. Dari Kemaluan Ditemukan Keluar Ini.. 

Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan Sragen, Suwardi melalui Sekretaris Disdikbud Sragen, Firdaus SU mengatakan masih menunggu hasil daftar ulang. Karena dimungkinkan ada peserta diterima yang tidak daftar ulang.

“Nanti baru tahu setelah selesai daftar ulang,” terangnya.

Di sisi lain, sejumlah sekolah yang tak terpenuhi kuotanya mengaku menunggu kepastian dari dinas.

Seperti SMPN 2 Sidoharjo yang tahun ini terisi 236 dari kuota 256 kursi. Kepala SMPN 2 Sidoharjo, Indriyani Palayaswati mengatakan jumlah itu sudah terbilang meningkat dari tahun lalu yang hanya mendapat siswa baru kurang dari 200 siswa.

Baca Juga :  Kasus Pengadaan Komputer SID 196 Desa di Sragen Digoyang Rumor Tak Sedap. Pelapor Ungkap Kabar Indikasi Urunan Pengondisian, Kajari Membantah 

Menurutnya sisa kursi 20 yang tersisa dari hasil seleksi, akan dibiarkan kosong sesuai ketentuan.

“Dari awal rapat sudah ada arahan dari dinas bahwa berapapun hasilnya ya itu yang diterima. Ya kita pun siap untuk mengelola berapapun siswa yang diterima,” terangnya.

Senada, Kepala SMPN 2 Tangen, Ahmad Kuncoro menyampaikan dari kuota 192 yang tersedia, jumlah siswa yang diterima hasil seleksi tercatat sebanyak 142 siswa. Namun data terakhir daftar ulang, jumlah sementara yang sudah daftar ulang tercatat sebanyak 136 siswa. Wardoyo

Iklan
Loading...