JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Klaten

Kasus Investasi Bodong, Bos PT Khrisna Alam Sejahtera Klaten Ditangkap Polisi. Polisi Amankan 3 Karung Uang Miliaran Rupiah

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Klaten akhirnya sukses menangkap bos PT  Alam sejahtera berinisial AF. Pimpinan perusahaan itu dibekuk atas laporan  penipuan berkedok investasi PT. Khrisna Alam Sejahtera yang beralamat di Dukuh Kringinan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Jum’at (19/7/19).

Pada rilis yang dipimpin langsung Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi , Polres menggelar berbagai barang bukti dan juga menghadirkan tersangka.

Barang bukti yang diamankan diantaranya  3 kantong uang senilai Rp 3,3 milyar tampak paling mencolok diantara barang bukti lainnya.

Selain itu ikut diamankan pula beberapa BPKB mobil dan motor, beberapa buku tabungan, ATM, sertifikat tanah dan dokumen-dokumen pendirian usaha.

“Dari penangkapan kemarin kita berhasil mengamankan uang tunai yang sudah kita hitung, sebanyak Rp 3.380.000.000,- (tiga milyar tiga ratus delapan puluh juga rupiah)” ujar Kapolres dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Buruh Terdampak Covid-19 Dapat Pelatihan Wirausaha dari Kapolda Jateng

Yang menarik adalah tersangka Af ini memiliki puluhan KTP palsu dan juga sertifikat deposito palsu, yang mengindikasikan bahwa tersangka memang berniat untuk melakukan penipuan.

“Kita berhasil mengamankan puluhan KTP palsu tersangka, yang menurut pangakuan tersangka dibuat di Jakarta. Namun pembuatnya sudah meninggal,” papar Kapolres.

Modus tersangka memang cukup licik. Produk herbal yang dijanjikan akan dipasarkan di beberapa rumah Sakit tersebut ternyata oleh tersangka hanya diputar-putar diantara para mitra. Setelah bubuk herbal selesai dikeringkan dan mitra mendapat komisi, bubuk tersebut tidak dipasarkan namun dibasahi ulang dan disebar ke mitra kembali dengan dalih itu bahan baru.

Baca Juga :  Buruh Terdampak Covid-19 Dapat Pelatihan Wirausaha dari Kapolda Jateng

“Dilihat dari modusnya pelaku memang berniat melakukan penipuan, karena dari hasil pemeriksaan (produknya) hanya diputar-putar saja”.

Kemudian modus pelaku dalam merekrut mitra dilakukan dari mulut ke mulut. Mitra yang ikut pada awal berdirinya perusahaan memang benar-benar diberikan komisi.

Namun sebenarnya itu adalah uang mitra itu sendiri. Setelah banyak masyarakat yang percaya, dan uang yang terkumpul cukup banyak, bos perusahaan malah menghilang.

“Korban dari penipuan ini cukup banyak. Ada yang dari Jogja, Purbalingga. Dan Kita sedang berupaya mengumpulkan seluruh aset yang dimiliki untuk dilakukan penyitaan” tutup Kapolres. JSnews