loading...
Loading...
Tim kepolisian saat melakukan olah TKP di Kantor KUA Ngrampal yang dibobol pencuri. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi pencurian di Sragen semakin merajalela. Tak hanya rumah dan toko maupun gudang, kantor urusan agama (KUA) pun juga jadi sasaran.

Seperti yang menimpa kantor KUA Kecamatan Ngrampal. Kantor yang mencatat urusan pernikahan dan berlokasi di tepi jalur Sragen-Ngawi itu dibobol maling, Sabtu (6/7/2019) dinihari tadi.

Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu menggasak dua unit perangkat centrak processor unit (CPU) yang ada di kantor tersebut.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian diketahui sekira pukul 05.30 WIB. Pencurian diketahui kali pertama oleh petugas penjaga kantor.

Saat penjaga kantor KUA hendak membuka kantor dan bersih-bersih ruangan, ia kaget saat mendapati ruangan bagian belakang telah terbuka.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambang Galian C di Gunung Tugel Gesi Sragen Mendadak Ambrol. Satu Warga Ditemukan Tewas Tertimbun

Padahal semua pintu selalu terkunci ketika tutup kantor. Ia makin curiga dengan kondisi pintu yang sudah rusak dan terlihat bekas congkelan.

“ Diduga pintu tersebut sebagai akses keluar masuk pelaku untuk mengambil dua unit CPU yang berada di dalam salah satu ruang kantor KUA,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Ngrampal, AKP Agus Irianto.

Pelaku diduga masuk memanfaatkan kondisi kantor yang malam kejadian, kosong tanpa penjagaan.

Pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel pintu bagian belakang, dan mengambil barang berupa dua unit CPU merk Asus, yang sebelumnya terpasang dengan perangkatnya.

Baca Juga :  Hujan Tangis Iringi Pemakaman Korban Tewas Tertimbun Bukit Gunung Tugel Gesi. Begini Reaksi Istri Almarhum

Kapolsek menguraikan akan segera melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku, bekerja sama dengan reskrim Polres Sragen.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi mengatakan akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Wardoyo

 

Loading...