JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tanpa Perpeloncoan, MPLS Siswa Baru SMK Citra Medika Sragen Malah Dikemas Unik. Angkat Cerita Wayang Pandawa dan Sengkuni 

Kasek SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto bersama para guru berkostum wayang seusai tampil di MPLS untuk siswa baru, Sabtu (13/7/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kasek SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto bersama para guru berkostum wayang seusai tampil di MPLS untuk siswa baru, Sabtu (13/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada pemandangan lain yang tergambar di lingkungan SMK Citra Medika Sragen, Sabtu (13/7/2019) pagi. Ratusan siwa baru hasil PPDB, sudah dikumpulkan untuk mengikuti massa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Sejak pukul 06.00 WIB, sekitar 210 siswa baru itu dikenalkan dengan berbagai program dan lingkungan di SMK kesehatan yang berlokasi di Kampung Nglorog, Sragen tersebut.

Menariknya, tak ada kekerasan atau kegiatan berbau fisik di hari pertama MPLS itu. Sebaliknya, gelak tawa, suasana gembira tampak mendominasi roman para siswa baru tersebut.

Ya, masa MPLS pagi itu diisi dengan berbagai kegiatan positif. Selain pengenalan lingkungan dan program-program unggulan di sekolah itu, MPLS juga diisi dengan testimoni para alumni yang sudah sukses bekerja maupun lanjut studi kuliah.

Tak hanya itu, masa MPLS yang sebelumnya dikenal dengan MOS itu juga diisi dengan atraksi wayang orang. Dipimpin Kasek Nano Priyanto, semua guru dan karyawan di SMK itu turut andil menjadi pelakonnya.

Baca Juga :  Beredar Video Aksi Arogan Ratusan Massa Berkonvoi dengan Beringas Rusak 3 Tugu PSHT dan Satu Rumah di Sragen. Warga Sampai Ketakutan dan Bersembunyi di Rumah

Ada yang memeragakan tokoh Pandawa, Punokawan hingga tokoh karakter jahat seperti Sengkuni dan lainnya. Wayang orang pagi itu mengetengahkan cerita Sengkuni Tobat.

“Sengaja kita tampilkan wayang orang dengan karakter yang baik dan yang jahat. Supaya anak-anak bisa mengingat kembali kesenian. Lebih dari itu, mereka juga bisa belajar tentang karakter baik dan jelek. Sehingga sifat dan karakter yang baik bisa ditiru, yang jelek bisa dihindari,” papar Nano di sela acara.

Ia menguraikan pagelaran wayang orang itu juga untuk mengisi MPLS sehingga pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa akan lebih menghibur dan menyenangkan.

Menurutnya, metode MPLS lewat seni itu baru kali pertama digelar. Hal itu juga diharapkan bisa menumbuhkan jiwa kreativitas para siswa lantaran sebagian siswa baru juga dilibatkan sebagai pelakon.

Baca Juga :  Ini Identitas 2 Korban Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo, Asal Gemolong dan Sumberlawang, Polisi Masih Selidiki Truk yang Kabur

“Tidak ada perpeloncoan, justru kita isi dengan kegiatan yang positif dan mendidik karakter anak,” terangnya.

Testimoni alumni SMK Citra Medika saat menceritakan keberhasilan di hadapan siswa baru. Foto/Wardoyo

Nano menambahkan MPLS di sekolahnya akan digelar selama 4 hari hingga Rabu (17/7/2019) atau sehari lebih lama dari MPLS sekolah lain. MPLS di SMK Citra Medika juga dibuka sehari lebih duluan dari jadwal sekolah lain.

“Filosofinya kita awali duluan agar menjadi yang terdepan,” tandasnya.

Salah satu siswa baru, Devi Findari Alvina Isnaini mengaku senang dengan MPLS yang dikemas unik dan berbeda tersebut. Siswi asal SMP Muh Mojogedang Karanganyar itu juga ikut tampil dalam pagelaran wayang dan mengaku sangat menghibur.

“Senang banget guru-gurunya ramah,  baik dan kreatif. Agak kaget karena MPLS yang bayangannya menyeramkan, ini malah menyenangkan,” timpal Audrey Fida Fabia Nandira, siswa baru lainnya. Wardoyo