loading...
Loading...
dok

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia sekaligus sosialisasi gerakan menggunakan transportasi massal kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan tiket dengan tarif Rp0 alias gratis untuk KA Lokal/Komuter PSO (subsidi) dan Perintis. Masyarakat dapat menikmati perjalanan tanpa biaya dengan kereta tersebut untuk perjalanan pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

“Promo ini merupakan bentuk partisipasi KAI untuk menyemarakkan hari lahirnya kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Rabu (14/8/2019).

Meski gratis, lanjut Edi masyarakat tetap harus memiliki tiket dengan nominal Rp.0 yang bisa didapatkan di loket stasiun keberangkatan secara go-show, mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA. Adapun kuota tiket gratis ini sesuai dengan toleransi kapasitas maksimum masing-masing kereta api.

Sementara untuk penumpang yang telah membeli tiket jauh-jauh hari dengan tarif normal, mereka bisa mengambil bea tiket tersebut di stasiun kedatangan penumpang maksimal 3 (tiga) hari sejak kedatangan KA. Syaratnya penumpang harus menunjukkan tiket / boarding pass / e-boarding pass ke petugas di stasiun.

“Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin promo Rp0,- ini dan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan bagi masyarakat,” pungkas Edi. Triawati PP

Baca Juga :  Seleksi Panwascam Kota Solo Akan Diikuti 70 Pendaftar

Berikut daftar KA yang dapat didapatkan dengan tarif  Rp 0:

  1. KA PERINTIS

NO      NAMA KA     RELASI

  1. Batara Kresna Purwosari – Wonogiri (PP)
  2. Kertalaya Kertapati – Indralaya (PP)
  3. Lembah Anai Lubuk Alung – Kayu Tanam (PP)
  4. Cut Meutia Krueng Geukeuh – Bungkah – Krueng Mane (PP)
  5. Minangkabau Ekspres Bandara Internasional Minangkabau – Padang (PP)
  6. LRT Sumsel Semua relasi

 

  1. KA LOKAL PSO

NO      NAMA KA     RELASI

  1. Cibatuan Purwakarta – Cibatu (PP)
  2. Bandung Raya Ekonomi Kiaracondong – Cicalengka       Cicalengka – Padalarang (PP)

Bandung – Cicalengka Padalarang – Cibatu (PP)

Purwakarta – Cicalengka (PP)

Padalarang – Bandung (PP)

Padalarang – Kiaracondong

  1. Sibinuang Pariaman – Padang – Naras (PP)
  2. Srilelawangsa Binjai – Medan (PP)
  3. Kedung Sepur Ngrombo – Semarang Poncol (PP)
  4. Prameks Yogyakarta – Kutoarjo

Yogyakarta – Solobalapan (PP)

Kutoarjo – Solobalapan (PP)

  1. KRD Ekonomi Sidotopo – Porong

Surabayakota – Porong (PP)

Surabaya Pasarturi – Lamongan (PP)

8 Jenggala       Mojokerto – Sidoarjo (PP)

9 Jatiluhur       Cikampek – Tanjung Priok (PP)

10 Kalijaga      Solobalapan – Semarang Poncol (PP)

11 Dhoho        Blitar – Kertosono – Surabayakota (PP)

Baca Juga :  UMS Akan Kukuhkan Prof Muhammad Da'i dan Prof Muhtadi Jadi Guru Besar ke-27 dan 28

12 Penataran   Surabayakota – Malang – Blitar (PP)

Blitar – Surabaya Gubeng (PP)

13 Tumapel     Malang – Surabayakota

Subabaya Gubeng – Malang

14 Pandanwangi         Jember – Banyuwangi (PP)

15 Siliwangi    Ciranjang – Cianjur – Sukabumi (PP)

16 Patas Merak/Merak Jaya    Merak – Rangkasbitung (PP)

17 Seminung   Kota Bumi – Tanjung Karang (PP)

18 Way Umpu Kota Bumi – Tanjung Karang (PP)

19 Siantar Ekspres      Siantar – Medan (PP)

20 Cilamaya/Cepat Purwakarta          Purwakarta – Tanjung Priok (PP)

21 Walahar Ekspres/Ekonomi Lokal   Tanjung Priok – Purwakarta (PP)

22  Ekonomi Lokal     Sidoarjo – Surabaya Pasarturi – Bojonegoro (PP)

Surabaya Pasarturi – Bojonegoro (PP)

Surabaya Pasarturi – Sidoarjo (PP)

Kertosono – Surabayakota (PP)

 

 

 

Loading...