JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Keren, Celestine Wenardy Siswa Kelas 2 SMA di Jakarta Alat Deteksi Diabetes Tanpa Darah

Celestine Wenardy, pelajar 16 tahun asal Indonesia, menjadi 1 dari 5 penerima penghargaan di ajang internasional Google Science Fair 2019. Tempo.co/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Celestine Wenardy
Celestine Wenardy, pelajar 16 tahun asal Indonesia, menjadi 1 dari 5 penerima penghargaan di ajang internasional Google Science Fair 2019. Tempo.co/Istimewa

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sseorang siswi kelas 2 SMA bernama Celestine Wenardy asal Jakarta berhasi  menciptakan alat yang bisa mendeteksi diabetes tanpa rasa sakit.

Berbentuk kotak yang memanfaatkan cahaya dan panas, alat tersebut dipercaya ampuh untuk mengecek kadar glukosa pada tubuh secara akurat. Dalam hal ini, pasien hanya diminta untuk meletakan jari pada alat tersebut selama sepuluh detik dan hasilnya akan langsung muncul.

Celestine lantas mengatakan bahwa penemuan ini ditujukan karena diabetes adalah penyakit yang sulit dideteksi dan membutuhkan darah dalam pengecekannya.

Baca Juga :  Masa Pandemi Tak Kering Prestasi, SD Marsudirini Surakarta Borong Kejuaraan Lomba Vlog

“Sekitar 10 juta orang menderita diabetes tapi 70 persennya tidak terdiagnosa dari awal sehingga saya mau membantu dengan alat buatan tanpa harus tes darah dan merasa sakit,” katanya di Kantor Kementerian Kesehatan RI pada Senin, 26 Agustus 2019.

Dipresentasikan dalam ajang Google Science Fair 2019 untuk pertama kalinya, Celestine pun tak menyangka bisa masuk 20 besar dan memenangkan penghargaan Virgin Galactic.

Baca Juga :  Rektor Unisri Surakarta Dorong Para Dosen Meneliti dan Lakukan Pengabdian Masyarakat

“Saya berhasil mengalahkan ribuan peserta dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang presentasi di Google Headquarter,” katanya.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut akan dilakukannya. Pihak kementerian kesehatan lantas mengatakan akan membantu mewujudkan hal tersebut.

“Kemenkes bersedia membantu saya karena masih butuh banyak penelitian lebih lanjut. Dan saya juga ingin barangnya di ukuran yang kecil agar mudah dibawa dan digunakan ke mana-mana. Tentunya tujuannya untuk membantu orang banyak,” jelas Celestine.

www.tempo.co