JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Lawan Paham Radikal, Raja-raja Keraton se Nusantara Bentuk Majelis Adat

Joglosemarnews/A Setiawan
loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tekad untuk nguri-uri kebubudayaan di Nusantara yang adiluhung, telah dibentuk Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Pembentukan majelis adat tersebut dilakukan pada Selasa (6/8/2019) dan Rabu (7/8/2019) dalam sebuah pertemuan di  Hotel Ibis Style Denpasar, Bali.

“Nantinya, majelis adat itu akan  membawahi seluruh kerajaan dan keraton di Indonesia,” ujar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH)  Eddy Wirabhumi  selaku ketua Harian MAKN dalam jumpa pers di RM Dapur Kecilku,  Kepatihan Kulon, Solo, Jumat (9/8/2019).

KPH Eddy Wirabhumi menjelaskan, pertemuana tersebut dihadiri tak kurang dari 43 kerajaan se-Nusantara. Ada yang rajanya datang langsung, namun ada pula yang diwakilkan pada utusan.

Baca Juga :  UMS Tambah Dua Guru Besar dari Fakultas Farmasi

Eddy menjelaskan, pembentukan majelis adat tersebut  dilambari dengan semangat kebinekaan. Semangat untuk menjaga tegaknya negara kesatuan yang dulu disengkuyung oleh para leluhur.

“Karena itu, kita merasa terpanggil untu ikut turun tangan melestarikan budaya warisan leluhur,” ujarnya.

Pada sisi yang lain, jelas Eddy, belakangan muncul paham radikal yang menyimpang dari nilai-nilai adat ketimuran dan kesantunan.

“Jadi kami sepakat untuk menegakkan dan mengembalikan nilai adat dan tradisi budaya yang jauh dari sifat seperti itu,” tambah KPH Eddy Wirabhumi.

Semangat pembentukan majelis amanat tersebut sebenarnya dilandasi oleh pertemuan yang digelar oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) 4 Januari 2018 silam.

Baca Juga :  Lanud Adi Soemarmo Gelar Pelatihan HOTS bagi Instruktur Skadik dan Guru Sekolah Angkasa

“Saat itu, Presiden mengadakan pertemuan para sultan, raja, pangeran dan pemangku adat keraton Nusantara di Istana Bogor,” ujar Eddy.  A Setiawan

Loading...