loading...
Penampakan gerbang luar SBBS Gemolong Sragen yang kini ditutup jenjang SMAN-nya oleh Kemendikbud. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Penutupan SMA Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong oleh pemerintah pusat, menuai tanggapan dari sejumlah tokoh di Sragen Barat. Tak hanya wali murid, paman Presiden Jokowi asal Sragen pun turut angkat bicara.

Mereka mendesak dan mendukung pemerintah agar sesegera mungkin menghidupkan kembali SMA SBBS di Gemolong.

Paman Jokowi, Wahyono, yang hadir dalam forum mediasi antara komite SBBS, para tokoh dengan Komisi E DPRD Provinsi Jateng di Gemolong beberapa hari lalu, mengaku mendukung keinginan komite, guru, tokoh masyarakat dan wali murid yang menghendaki dibukanya kembali SMA yang pernah berjaya di kancah nasional hingga internasional itu.

“Ya karena warga dan tokoh semua sudah begitu (mendesak pembukaan), kami selaku tokoh dari Sumberlawang juga mendukung,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Paman Jokowi yang kini berdomisili Di Pandanan, Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang itu menilai soal status kepemilikan tanah yang jadi masalah, hal itu bisa dicarikan solusi.

Baca Juga :  Berikut Daftar 7 Pasien Positif Covid-19 Sragen Yang Dinyatakan Sembuh. Dua Orang Masih Muda, Satu Tenaga Medis Dapat Sambutan Luar Biasa dari Warga!

Apalagi dari DPRD Provinsi juga sudah menyatakan kesanggupan secepatnya membantu hal itu.

“Ya kalau bisa segera ditindaklanjuti,” tukasnya.

Senada, mantan anggota DPRD Sragen dan wali murid SBBS, Rus Utaryono memandang perlu kajian secara obyektif untuk menghidupkan kembali SMS SBBS Gemolong.

Ia berharap dinas kabupaten dan provinsi bisa merealisasikan desakan warga dengan menghidupkan kembali SBBS. Menurutnya, jika regulasi saat ini menyulitkan untuk mendirikan sekolah berstandar internasional, maka pilihan yanh paling mungkin adalah menghidupkan SBBS sebagai SMA reguler.

“Tapi tetap harus ada tambhan kurikulum tertentu agar menjadi sekolah yang memiliki nilai lebih,” paparnya.

Baca Juga :  Diiringi Air Mata, Sopir Pabrik Positif Covid-19 Asal Sidoharjo Yang Meninggal Dunia Setelah Swabnya Negatif Jadi Korban Meninggal ke-14 di Sragen

Kemudian, dalam jangka pendek, menghidupkan SMA SBBS dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan sekolah SMA dengan sistem zonasi.

“Kami berharap pemrintah juga harus mendukung Gemolong sebagai Kota Pelajar,” tukas tokoh asal Kalijambe Sragen tersebut. Wardoyo