loading...
Loading...
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Polemik keresahan wacana penggusuruan yang dirasakan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Diponegoro Sragen mendapat tanggapan dari Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Bupati memastikan mereka akan digusur dan direlokasi ke sekitar Stadion Taruna menuju ke Pasar Bunder dan bekas kantor Pancamarga.

Ia juga meminta agar para pedagang tak resah karena Pemkab sudah menyiapkan lokasi itu untuk pemindahan para PKL.

Baca Juga :  Terungkap, Korban Rentenir asal Miri Sragen Yang Jual Rumahnya Via Medsos Ternyata Mengaku 20 Tahun Jadi Ketua Ranting PDIP

“Kami minta pedagang tak perlu resah. PKL di Jalan Diponegoro nanti akan  dipindah ke Pancamarga. Semua sudah  ditata,” paparnya kepada wartawan saat ditemui di Pendapa Rumdin Bupati, Sabtu (24/8/2019).

Bupati menyampaikan soal keresahan pedagang atas surat permintaan pengosongan dari DPU-PR yang tidak disertai relokasi, hal itu karena DPU-PR bukan dalam kapasitas menjelaskan itu.

Kapasitas DPU-PR hanya melebarkan jalan, kemudian Diperkim melakukan penataan kota.

Baca Juga :  Bertabur Hadiah, Undian Simpedes BRI Sragen 2019 Digelar di Pasar Bunder. Nasabah Asal Gesi dan Mojopuro Raih Hadiah Mobil Datsun dan Mobilio 

Kebijakan itu melibatkan beberapa dinas dengan kewenangan masing-masing. Termasuk Dinas Perdagangan yang nantinya akan mengurusi terkait retribusi pedagang.

“Jadi nggak perlu resah. Itu semua sudah kita anggarkan di anggaran perubahan 2019. Jangan pula mengancam sana mengancam sini. Kita di pemerintahan tidak ingin mendzalimi siapapun. Yang kita inginkan, Sragen ini kota kecil, bisa menata kotanya dengan baik. Nyaman dihuni siapapun,” jelasnya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa SMPN 2 Sambirejo Sragen. Tiga Lokal Luluh Lantak, Kerugian Ratusan Juta Rupiah 

Bupati mengatakan pemindahan PKL itu lebih karena untuk kepentingan akses pelebaran jalan. Selain itu juga untuk mengembalikan estetika kota di Jalan Diponegoro.

“Sekarang realitanya coba lihat. Kalau bersepeda ke sana di situ banyak bambu-bambu dan lokasi parkirnya yang tidak representatif. Makanya kita tata, jalannya dilebarkan, diaspal dan tidak lagi untuk berjualan,”  tandas Yuni. Wardoyo

 

Loading...