loading...
Loading...
Kondisi rumah juragan pakaian di Masaran yang ludes terbakar, Kamis (8/8/2019) sore. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebakaran hebat melanda rumah juragan pakaian di Dukuh Gronong, RT 2, Sidodari, Masaran, Sragen, Kamis (8/8/2019) siang. Rumah berikut dagangan senilai ratusan juta milik Titik Suwarti (45) itu ludes tak tersisa.

Musibah itu cukup memukul pemilik rumah. Bahkan saking terpukulnya, korban sampai syok dan berkali-kali jatuh pingsan.

Data yang dihimpun di lapangan, api pertama kali muncul sekira pukul 14.00 WIB. Kebakaran terjadi saat rumah berada dalam kondisi kosong.

Api kali pertama diketahui tetangga korban, Tarni (50). Saat itu, saksi yang sedang di rumah, mendadak dikejutkan dengan suara gemuruh dari arah rumah korban.

“Saya pas di rumah, tiba-tiba ada suara plethek – plethek cukup keras. Saya langsung keluar dan melihat api sudah naik membakar rumah korban. Saya langsung teriak dan warga berdatangan,” paparnya saat diinterogasi petugas.

Baca Juga :  Sragen Masuk Zona Merah Kemiskinan, Wagub Taj Yasin Sebut di Beberapa Desa Ada 400 KK Miskin 

Seketika, warga berhamburan membantu dengan melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.

Namun besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman nihil hasil. Banyaknya dagangan pakaian dan kain yang ada di dalam rumah, membuat kobaran api makin tak terkendali.

Tiga mobil pemadam kebakaran Sragen dikerahkan memadamkan kobaran api. Api baru bisa dipadamkan dua jam pasca kejadian atau sekitar pukul 16.00 WIB dengan kondisi semua sudah luluh lantak.

“Kerugian material ditaksir sekitar Rp 300 juta. Dugaan sementara, penyebab korsleting listrik,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, Kamis (8/8/2019) petang.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi menyampaikan tim PMI langsung merespon laporan dengan menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Selain melakukan assesment, tim juga memberikan pertolongan kepada pemilik rumah yang mengalami syok berat dan sempat trauma.

Baca Juga :  Bagi 1.000 Stiker Anti Korupsi, Kajari Sragen Ajak Masyarakat Mau Lapor dan Stop Membiasakan Beri Pungli! 

“Saat kami tiba di lokasi, pemilik rumah memang dalam kondisi lemas dan mengalami trauma.

“Korban kemudian diberikan penanganan medis oleh tim PMI bersama Petugas Puskesmas Masaran 2. Korban sementara tinggal di tempat orang tuanya,” paparnya. Wardoyo

Loading...