loading...
Loading...
Momen penetapan gambar calon saat Pilkades Taraman 2013 yang memanggungkan Agus Widodo Sodron (tengah) dan rivalnya Kamdiyo (kiri) serta satu calon penyerta. Dokumentasi/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Pendaftaran bakal calon di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen mencatat sejarah baru. Di luar dugaan, jumlah pendaftar Pilkades di desa yang konon disebut paling makmur di Sidoharjo itu membeludak mencapai 11 orang.

Angka 11 pendaftar itu juga cukup mencengangkan lantaran kabar yang beredar sebelumnya, Pilkades Taraman diprediksi bakal kembali menghadirkan pertarungan ulangan dua calon yang bertarung di Pilkades 2013 yakni Agus Widodo Sodron versus Kamdiyo.

Dengan jumlah pendaftar sebanyak itu, kabar awal Pilkades yang diperkirakan bakal mengulangi head to head Agus Widodo Vs Kamdiyo, dipastikan bakal buyar.

Kepastian 11 pendaftar itu diketahui dari data yang masuk ke panitia sampai hari terakhir pendaftaran ditutup, Senin (5/8/2019) sore pukul 16.00 WIB.

Ketua Panitia Pilkades Taraman, Mudzakir mengatakan hingga pendaftaran ditutup, jumlah bakal calon yang mendaftar di Pilkades Taraman tercatat sebanyak 11 orang.

Rinciannya, dua orang mendaftar tanggal 31 Juli 2019 yakni Kamdiyo dan Anang Cahyono. Sementara, sembilan bakal calon lainnya, termasuk petahana Agus Widodo, mendaftar secara beruntun di hari terakhir hari ini tadi.

Baca Juga :  Kasat Sebut Satu Berkas Alsintan Jilid 2 Masih Gelar Perkara, Kejari Tegaskan Sudah Ada 2 Berkas dan 2 Tersangka. Berkas Tinggal Tunggu 14 Hari Diteliti

“Jumlah total pendaftar sampai penutupan ada 11 orang. Yang dua sudah mendaftar tanggal 31 Juli, hari ini tadi ada sembilan yang mendaftar,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Senin (5/8/2019) malam.

Mudzakir menguraikan dari 11 bakal calon, tujuh diantaranya memang berasal dari luar Desa Taraman. Meski dari luar daerah, mereka tetap dilayani dan diterima mendaftar lantaran berdasarkan aturan, memang tidak ada klausul harus penduduk setempat.

“Karena syaratnya hanya WNI dan tidak harus penduduk domisili setempat. Panitia hanya sebatas menjalankan proses pendaftaran sesuai aturan dan melayani saja. Ketika ada yang mendaftar, ya kita layani,” terangnya.

Lebih lanjut, Mudzakir menambahkan panitia selanjutnya akan melakukan tahapan verifikasi persyaratan pendaftaran dari masing-masing bakal calon.

Dari verifikasi administrasi itu nantinya baru bisa diketahui berapa bakal calon yang memenuhi syarat administrasi, termasuk kemungkinan harus menggandeng pihak ketiga untuk melakukan seleksi.

Jika bakal calon yang lolos administrasi lebih dari 5 orang, maka panitia baru akan berembug untuk menggandeng pihak ketiga guna menggelar seleksi. Sebab sesuai aturan, jumlah calon yang bertarung di Pilkades ditentukan maksimal hanya lima orang.

Baca Juga :  Miris, 5.814 Balita di Sragen Masuk Kategori Stunting Alias Gagal Tumbuh. Wagub Jateng Ungkap Salah Satu Penyebabnya Karena Diet!

“Jadi kami belum bisa memastikan tahapan berikutnya apakah harus pakai seleksi atau tidak. Nanti tergantung bagaimana hasil verifikasi administrasinya. Bisa jadi ada bakal calon yang nggak memenuhi persyaratan dan gugur,” tandasnya.

Saat ditanya fenomena jumlah pendaftar yang membeludak itu, Mudzakir mengaku juga tak menyangka jika jumlah pendaftar banyak sebanyak itu. Namun panitia sudah siap dan akan menjalankan tahapan secara profesional sesuai mekanisme yang ada. Wardoyo

Loading...