loading...
Loading...
Rapat komite dan wali murid SMKN 1 Sragen yang berjalan sempat memanas. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Rapat wali murid baru di SMKN 1 Sragen untuk menentukan besaran sumbangan dana pengembangan sekolah berjalan memanas, Rabu (14/8/2019). Sempat alot dan diwarnai perdebatan wali murid dengan komite sekolah, rapat akhirnya memutuskan sumbangan pengembangan dipatok Rp 3,25 juta dan SPP perbulan Rp 75.000.

Rapat digelar dengan dihadiri wali murid baru tahun ajaran 2019/2020. Rapat dipimpin Ketua Komite SMKN 1 Sragen, Sutarno dengan dihadiri ratusan wali murid baru.

Sejak dibuka dan membahas sumbangan, forum langsung dibanjiri usulan. Komite membuka sumbangan dengan angka Rp 3,5 juta seperti tahun lalu. Namun wali murid yang mayoritas ibu-ibu, meminta agar diturunkan.

Rapat berlangsung alot dan tarik ulur nominal membuat suasana sedikit memanas.

Beberapa wali murid sempat menggerutu meski akhirnya bisa menerima angka yang diputuskan Rp 3,25 juta.

“Tadi ditentukan biaya buat cor dak bangunan permurid Rp 3.250.000, lalu SPP Rp 75.000 dan uang tabungan murid Rp 25.000. Sebenarnya ada yang usul tapi ya besarannya diputuskan segitu. Tadi ya sempat ramai,” ujar Yan, salah satu wali murid baru sesaat usai mengikuti rapat.

Ketua Komite, Sutarno mengakui rapat memang sempat ada usulan dan tarik menarik angka. Menurutnya hal itu wajar terjadi pada musyawarah.

Nominal Rp 3,25 juta itu sebenarnya sudah diturunkan dari tahun lalu yang sebesar Rp 3,5 juta. Pun dengan SPP juga turun jadi Rp 75.000 sesuai dengan rambu-rambu dari KCD Disdik Provinsi.

Baca Juga :  Udara Sragen Makin Panas, Kodim Prakarsai Penghijauan Massal 26.950 Bibit Pohon di 20 Kecamatan

Menurutnya sumbangan itu juga dipergunakan untuk pembangunan dan pengembangan sekolah. Semua penggunaan sudah direncanakan dalam RAB dan mendapat persetujuan oleh pengawas SMK maupun KCD.

“Saya juga bilang, kalau soal bayaran, berapapun angkanya mesti akan ada saja yang nggak terima. Tapi yang namanya musyawarah kan ketika sudah digedok, ya semua wajib menghormati. Kalau SD swasta masuknya ada Rp 6,5 juta saja nggak keberatan, lha ini SMK hanya Rp 3,25 juta. Tadi juga sudah saya bilang, nek pancen abot tenan, silakan disampaikan. Tapi program untuk peningkatan sekolah harus didukung,” tuturnya.

Sutarno yang juga mantan pejabat di dinas pendidikan Sragen itu menyampaikan untuk sebuah kesepakatan memang butuh pengorbanan. Momen rapat membahas sumbangan sekolah di tahun ajaran baru, memang selalu menghadirkan dilema tersendiri bagi komite maupun wali murid.

Namun ia berharap semua bisa menghormati keputusan yang sudah diambil lantaran semua juga diperuntukkan bagi pembangunan dan kebaikan kegiatan sekolah.

“Saya paham mesti kalau rapat seperti ini akan ada dilema, senang dan sedih.Senang karena anaknya diterima di sini, sedihnya kalau nanti membahas bayaran. Semua pengajuan program itu juga ada proposalnya, ada rinciannya dam diajukan ke pengawas maupun KCD provinsi. Jadi enggak asal. Marilah semua berfikir demi kebaikan,” tukasnya.

Kepala SMKN 1 Sragen, Budi Isnanik mengatakan rapat itu sepenuhnya kewenangan komite sekolah. Pihak sekolah hanya mengajukan rencana kebutuhan sesuai dengan usulan yang disetujui dan sudah dievaluasi oleh KCD.

Baca Juga :  Korupsi Alsintan Jilid 2 Sragen, Kasat Reskrim Sebut Berkas Tersangka Agus P-19 dan Sudah Dilengkapi 

“Semua program termasuk cor dak itu juga sudah dapat restu dan persetujuan dari Kasie SMK, pengawas dan KCD. Nggak semua pengajuan diacc, ada juga kok beberapa yang dicoret. Tapi kalau ada yang benar-benar tidak mampu dan keberatan boleh kok matur secara baik-baik nanti juga jadi pertimbangan. Kemarin ada orangtua yang anaknya 10 dan menyampaikan keberatan. Kita juga tidak tutup mata,” paparnya.

Budi menguraikan angka Rp 3,25 juta itu sudah turun dari tahun lalu Rp 3,5 juta. Menurutnya SMKN 2 Sragen juga  mematok Rp 3,5 juta. Angka sumbangan itu juga untuk subsidi bagi siswa dari KK miskin yang tahun ini mencapai 180 siswa dan tidak dipungut biaya apapun.

“Sekolah tidak semaunya menentukan dan mematok. Program pembangunan cor dak itu juga untuk kepentingan belajar siswa. Semua program itu juga diawasi dan dievaluasi dari KCD. Semua usulan dan perencana dana ada rinciannya,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...