

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Parade Ukhuwah, Minggu (1/9/2019) pagi di Perempatan Ngarsapura Solo. Parade Ukhuwah mengusung bendera tauhid sepanjang 1,5 kilometer hingga menyerukan agar pemerintah tidak melepaskan Papua.
Ketua DSKS, Muinudinillah menyerukan bahwa para tokoh Islam turut berjuang dalam merebut kemerdekaan RI.
“Mereka juga memimpin perjuangan dalam menyatukan republik ini. Masyarakat Muslim di Indonesia pada sekarang ini juga terus berusaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka Jangan biarkan Papua memisahkan diri,” tandasnya di hadapan ribuan massa.
Hal senada dilontarkan Pembicara lain dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Tengah, Aris Munandar.
“Papua harus tetap menjadi bagian dari Indonesia. Kita harus siap untuk terus mengibarkan bendera merah-putih di Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang sekaligus koordinator dalam acara Parade Ukhuwah, Edi Lukito menyatakan kesiapannya untuk membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin berjuang menegakkan NKRI di Papua.
“Kami di internal LUIS sudah membicarakan rencana ini. Mereka menyatakan kesiapannya jika pemerintah sewaktu-waktu membutuhkan keikutsertaan masyarakat dalam mempertahankan Papua,” pungkasnya.
Di sisi lain, massa Parade Ukhuwah awalnya berkumpul di kawasan Kottabarat. Kemudian mereka melakukan longmarch sembati membawa bendera tauhid warna putih dengan panjang 1,5 kilometer. Massa melakukan longmarch menuju titik Ngarsapura dengan didahului peserta yang mengendarai kuda. Selain bendera tauhid, massa juga terlihat membawa bendera merah putih dengan berbagai ukuran. Sebagian lagi membawa bendera tauhid berwarna dasar putih maupun hitam. Selain itu, mereka juga mengusung bendera tauhid warna putih sepanjang 1,5 kilometer yang tidak terputus.
“Bendera tauhid tidak identik dengan organisasi tertentu. Selain itu, acara ini juga untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah sekaligus Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga kami juga membawa bendera merah putih sebagai bentuk kecintaan kepada NKRI,” papar Divisi Advokasi DSKS, Endro Sudarsono. Triawati PP