JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Miris, Nenek Sebatang Kara di Masaran Sragen Bertahun-tahun Tinggal di Gubug Reyot Mirip Kandang Ayam. Menangis Saat Cerita Tak Lagi Dapat Jatah Beras

Kondisi rumah gubug Mbah Ngadinem (78) warga Dukuh Randukuning RT 1, Krebet, Masaran yang hampir mirip kandang ayam dan bertahun-tahun ditinggali nenek sebatang kara itu. Foto/Wardoyo
Kondisi rumah gubug Mbah Ngadinem (78) warga Dukuh Randukuning RT 1, Krebet, Masaran yang hampir mirip kandang ayam dan bertahun-tahun ditinggali nenek sebatang kara itu. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah pilu warga miskin kembali mencuat di Sragen. Kali ini, seorang nenek sebatang kara bernama Ngadinem (78), menghadirkan kisah menyayat hati.

Lansia asal Dukuh Randu Kuning RT 1, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen itu selama bertahun-tahun tinggal di sebuah gubug kecil mirip kandang ayam.

Tak hanya ukurannya yang sempit, rumah Mbah Ngadinem juga jauh dari kata layak. Ukurannya hanya 1,5 meter x 2 meter dengan tinggi hanya 1,5 meter.

Kondisi bangunan pun seadanya. Hanya anyaman bambu sebagai dinding ditopang bambu tua serta kayu sebagai penahan agar tidak ambruk.

Atapnya pun hanya dibuat dari seng bekas yang ditutupi genting agar tak kabur jika diterpa angin. Lebih miris lagi jika menengok di dalamnya.

Baca Juga :  Sempat Batal, Vaksinasi Booster Sragen Akhirnya Dimulai Besok Pagi. Dinkes Siapkan 3 Jenis Vaksin, Sasaran 56.000 Warga!

Hanya sebuah dipan reyot yang memenuhi separuh rumah gubug itu. Kayu-kayu penahan seng atap pun hanya diikat dengan rafia.

Saking sempitnya sampai tak ada dapur maupun meja kursi. Bahkan karena rendahnya, untuk masuk pun harus membungkuk.

Pemandangan miris rumah reyot Mbah Ginem itu sangat kontras dengan beberapa rumah di sekitarnya yang terlihat kokoh dan bagus.

Fakta miris kehidupan Mbah Ngadinem itu terungkap ketika dia nekat berjalan kaki untuk mendatangi posko Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) di desa tetangga yakni Desa Sepat, Masaran, Sragen, Senin (16/9/2019) tadi.

Di hadapan relawan dan Ketua Poldes, Mulyono, nenek renta yang tak punya sanak saudara maupun keluarga itu mengaku minta dibuatkan rumah agar bisa tinggal dengan layak.

Baca Juga :  Aksi Pencurian Sepeda saat Salat Subuh Terekam CCTV di Masjid Al Hidayah Miri, Sragen

“Tadi langsung kita cek ke lokasi. Ternyata memang memprihatinkan. Mirip kandang, ukurannya saja hanya pas untuk tidur.  Dari keterangannya dan warga sekitar, sudah hampir tiga tahun Mbah Ngadinem itu tinggal di gubugnya itu. Tadi datang ingin menemui pimpinan kami Pak Bayan Mulyono. Dia menangis minta dibuatkan rumah yang layak,” papar Koordinator Lapangan Poldes Masaran, Bambang kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (16/9/2019).

Bambang menguraikan, Ngadinem memang tinggal sebatang kara dan tak punya kerabat. Selama ini, gubug yang ditempatinya itu juga menumpang di pekarangan keponakannya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua