loading...
Loading...
Calon Kades Toyogo, Irianto saat histeris usai dinyatakan batal lolos padahal sudah terlanjur kampanye. Ia dibatalkan gara-gara kesalahan penjumlahan nilai, Selasa (11/9/2019) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pilkades Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Sragen diwarnai insiden mencekam. Seorang calon kepala desa (Cakades) bernama Irianto mendadak kalap dan histeris saat diputuskan batal lolos sebagai calon Kades.

Calon asal Dukuh Karangasem, RT 3/1, Toyogo, Sambungmacan itu langsung syok dan merapat ketika mengetahui pembatalan itu. Padahal, dirinya sudah terlanjur ditetapkan sebagai calon, menerima nomor urut dan sosialisasi ke masyarakat.

Pembatalan itu terungkap dalam forum pertemuan di Balai Desa Toyogo, Selasa (11/9/2019) tadi malam. Irianto sudah ditetapkan sebagai calon bersama 4 calon lainnya di Toyogo pada Kamis (7/9/2019) dan mendapat nomor urut 4 dari lima calon yang dinyatakan lolos.

Namun, keputusan panitia itu mendadak direvisi, tadi malam. Irianto dinyatakan batal lolos lantaran ada kesalahan penjumlahan total nilai ujian tertulis dari pihak LPPM UMS yang digandeng menggelar seleksi.

Dari 3 kali materi ujian, nilai Irianto yang harusnya jumlahnya hanya 26, ternyata oleh LPPM UMS ditulis 36. Rupanya kesalahan jumlah ini tak terkoreksi di tingkat panitia desa dan langsung dilakukan penetapan calon.

Baca Juga :  Sungadi, Pemuda Jumbo Asal Mondokan Sragen Berbobot 1,4 Kuintal. Sehari Bisa Makan 9 Kali, Septitank WC  Sampai Ambrol

Kesalahan jumlah itu baru mencuat setelah lima hari usai penetapan calon, Selasa (11/9/2019). Bakal calon bernama Budi Utomo yang sebelumnya tersingkir karena menduduki peringkat enam, memprotes ke panitia karena mengetahui nilai Irianto ada kesalahan.

Sehingga panitia kemudian melakukan penghitungan ulang nilainya. Dan setelah dijumlah ulang, nilai Irianto ternyata tergeser di posisi enam sehingga dinyatakan tak lolos. Sedangkan bakal calon bernama Budi Utomo yang sebelumnya berada di posisi enam, naik ke urutan lima dan lolos.

Di hadapan forum di balai desa yang dipimpin Camat Sambungmacan tadi malam, panitia memutuskan membatalkan kelolosan Irianto dan menggantikannya dengan Budi Utomo.

Mendengar putusan itu, Irianto langsung berdiri dan berteriak histeris sambil berlari di depan panitia dan forum yang hadir.

“Ya Allahhhhh, Ya Allahhhhh kuatkan saya. Ya Allahhhh, kuatkan saya,” teriak Irianto sambil berjalan dan menengadahkan kedua tangannya.

Baca Juga :  Krisis Makin Parah, Jajaran DPC Hillsi Sragen Rame-rame Galang Urunan untuk Bantu Droping Air Bersih di Tlogotirto Sumberlawang. Warga Langsung Menyerbu 

Kemudian dia bersujud di hadapan panitia dan lalu bangkit serta kembali meratap.

“Ya Allahhhh….. Kuatkan saya. Merdeka,” teriaknya diikuti oleh kader-kadernya.

Seolah tak kuat, malam itu Irianto kemudian langsung lemas dan pulang ke rumahnya sebelum rapat selesai. Ia juga menyatakan tak menandatangani berita acara pembatalan.

“Saya nggak rela nomor saya diambil. Saya nggak rela,” katanya saat mengungkapkan kekecewaannya kepada wartawan, Rabu (12/9/2019).

Seketika suasana balai desa menjadi geger dan mencekam. Tidak ada panitia dan calon lain yang bersuara.

Semua terdiam ketika menyaksikan Irianto meluapkan kesedihan dan emosinya.

Camat Sambungmacan, Yulius David Supriyadi membenarkan memang ada pembatalan calon bernama Irianto tadi malam. Hal itu terjadi karena ada kesalahan pada penjumlahan nilai Irianto yang dikeluarkan LPPM UMS sebagai penyelenggara ujian.

“Nilai total tes materi 1,2,3 itu Pak Irianto harusnya jumlahnya 26, ditulis 36. Itu nilai total tes dari LPPM. Bukan nilai keseluruhan. Pada waktu nilai datang dari LPPM, bersamaan dengan panitia dan calon, sehingga tidak sempat dicek dan langsung dibacakan. Pada saat penetapan tidak ada komplain. Ternyata setelah beberapa hari, ada calon yang minta dilakukan penghitungan ulang nilai Irianto yang ternyata memang salah jumlah. Sehingga tadi malam langsung dirapatkan dan diputuskan Irianto tidak lolos dan tempatnya digantikan Budi Utomo yang setelah dijumlah, total nilainya naik menggeser Irianto,” urai Camat.

Baca Juga :  Kabupaten Sragen Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019. Wabup Sebut Masih Perlu Pembenahan Layanan Transportasi Masyarakat 

Ia menyampaikan dari keterangan panitia, tidak ada unsur kesengajaan. Pihak LPPM UMS yang turut hadir dalam forum pembatalan itu, juga minta maaf dan menyampaikan itu human error.

Meski ditinggal Irianto, rapat pembatalan dan penggantian Cakades di Toyogo malam tadi tetap berlanjut. Camat memastikan penggantian itu berjalan kondusif. Wardoyo

Loading...