

SINGARAJA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang bayi perempuan bertangan dan berkaki empat lahir di Buleleng, Bali. Bayi tersebut dilahirkan secara normal oleh Kadek Gorsi (35) warga Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Buleleng
Kakak bayi Luh Juni Astini (19) tidak mampu menahan sedih saat petugas RSUD Buleleng menunjukkan foto adiknya yang lahir dengan tubuh tidak sempurna tersebut.
Pantauan di ruang Nicu RSUD Buleleng, Juni meminta kepada petugas agar diizinkan masuk menjenguk sang adik.
Namun keinginannya tidak dapat dipenuhi, sebab bayi tersebut hanya dapat dijenguk ibu dan ayahnya.
Wanita asal Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Buleleng ini pun meminta petugas menunjukkan kondisi sang adik melalui foto di ponsel.
Saat melihat foto itu Juni menangis.
“Tadi pagi saya ditelepon bapak. Katanya adik sudah lahir tapi dempet. Saya pikir dempet biasa.
Saya yang saat itu posisi kerja di Denpasar, langsung pulang ke Buleleng. Saya tidak kalau ternyata dempet seperti ini,” ujar Juni.
Juni mengakui, selama hamil, sang ibu Kadek Gorsi (35) hanya satu kali melakukan USG yaitu saat usia kandungan lima bulan.
Saat USG, pihak petugas medis mengatakan bayi dalam keadaan sehat.
“Hanya dibilang sehat saja. Ibu saya juga tidak mau nanya jenis kelaminnya apa. Asal tahu sehat saja sudah cukup,” katanya.
Hingga pada Senin (23/9/2019) pukul 03.00 Wita, sang ibu melahirkan adiknya secara normal di rumah bidan di Kecamatan Seririt.
Bayi perempuan itu memiliki empat kaki dan empat tangan sehingga langsung dirujuk ke RSUD Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.
Kasubag Humas RSUD Buleleng, Budiantara mengatakan, bayi seberat 2,9 kilogram ini diterima pukul 05.41 Wita.
Berdasarkan keterangan medis, bayi tersebut sejatinya kembar siam namun tumbuh tidak sempurna.
“Ya tangannya ada empat. Dua tumbuh secara normal. Sedangkan duanya lagi menempel di dekat bagian dadanya.
Begitu juga dengan kakinya, dua tumbuh secara normal, duanya lagi agak nempel di bagian perut sebelah kanan.
Kemudian ada usus dan hati di bagian perut bayi itu. Kami belum tahu apakah usus dan hati itu milik bayi tersebut atau milik saudara kembarnya yang tumbuh tidak sempurna,” ujarnya.
Budiantara mengakui, saat tiba di rumah sakit bayi yang belum diberi nama ini dalam keadaan lemah sehingga dirawat di ruang intensif.
Bila kondisi bayi sudah stabil, pihaknya akan merujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.
Sang ibu, kata Budiantara masih menjalani perawatan di ruang Melati II RSUD Buleleng.
“Banyak faktor penyebabnya ya. Bisa karena proses pembuahannya yang tidak maksimal atau karena faktor gizi dan lainnya. Bayi ini lahir saat usia kandungan delapan bulan,” ujarnya.
Dijenguk Wakil Bupati
Wakil Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menjenguk bayi tersebut pukul 13.30 Wita, kemarin.
Kepada awak media, Sutjidra menyebutkan kasus ini sangat langka.
“Kasus ini bisa terjadi diakibatkan kehamilan yang berisiko tinggi. Seperti diketahui jarak kehamilannya sangat jauh. Anak pertamanya usia 19 tahun, anak kedua 12 tahun.
Jadi jarak kehamilan dan persalinannya sangat jauh. Sudah berisiko sebenarnya ditambah lagi sang ibu tidak rutin memeriksakan kandungannya” ujarnya.
Berkaca dari kasus ini, Sutjidra akan lebih gencar sosialisasi kepada masyarakat terkait usia reproduksi aman.
Mengenai biaya rumah sakit, kata Sutjidra, ditanggung sepenuhnya BPJS Kesehatan.
Keluarga dari bayi itu masuk daftar penerima bantuan rastra.
“Dokter bedah anak hanya ada di RSUP Sanglah. Harus di-scaning semua apakah organnya ada dua atau satu menjadi dua dan itu bisa dikerjakan di Sanglah. Kelainan bawaannya cukup banyak,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Luh Juni Menangis Lihat Kondisi Adiknya, Bayi Perempuan asal Buleleng Ini Miliki Empat Kaki & Tangan, Artikel Asli