loading...
Loading...
Kantor BPS Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sensus Penduduk (SP)akan kembali dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. Dalam SP yang dilakukan 10 tahun sekali tersebut akan menerapkan tiga metode.

Yakni sensus metode online, metode CAPI (computer-assisted personal interviewing) dan metode PAPI (paper and pencil interviewing).

Untuk pelaksanaan SP di Karanganyar, hanya menggunakan dua metode, yakni metode online dan CAPI.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar Agustinus Hariyanto mengatakan SP 2020 menjadi sensus pertama yang mengombinasikan metode online dengan manual.

Baca Juga :  Fakta Baru Kecelakaan Maut Tewaskan 2 Pemotor di Jaten Karanganyar. Kasatlantas Ungkap Para Korban Ternyata Habis Karaoke Dari Aloha 

“Metode sensus yang dilakukan selama ini dengan mendatangi satu per satu warga. Untuk SP 2020, dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi ini,” jelasnya, Jumat (20/09/2019).

Agustinus menjelaskan, yang menjadi basis data BPS dalam melakukan sensus secara online adalah data kependudukan yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) melalui rekam data e-KTP.

Sensus secara online ini, ujarnya, akan dilaksanakan Februari-Maret. Nanti akan dibagikan lewat SMS blast, link website untuk update data kependudukan terkait sensus. Jika ada perubahan data kependudukan, bisa di-entry di website yang disiapkan.

Baca Juga :  45 Tersangka Mafia Narkoba dan Pil Koplo Karanganyar Diringkus. Kapolres Sebut Amankan 26,5 Gram Sabu dan 967 Pil Koplo 

Setelah sensus metode online berakhir, akan dihitung persentase masyarakat yang sudah mengisi data untuk sensus dan yang belum.

“Langkah selanjutnya pada Juli, BPS akan melakukan sensus metode CAPI dan PAPI, untuk masyarakat yang belum mengikuti sensus secara online,” ujarnya.

Baca Juga :  Harta Benda di Wamena Habis Dibakar Massa, 5 Warga Tawangmangu Karanganyar Terpaksa Pulang Kampung. Tiket Ditanggung Pemkab  

Ditambahkannya, untuk sensus metodeCAPI, petugas sensus akan mendatangi rumah-rumah warga yang belum mengikuti sensus online, kemudian melakukan wawancara untuk keperluan cacah jiwa.

“Sensus metode CAPI ini, petugas akan melakukan wawancara terkait sensus dan meng-entry data melalui ponsel yang terkoneksi dengan server penerima data. Akhir dari pelaksanaan SP ini, akan diketahui, berapa jumlah penduduk laki-laki, perempuan, jenis pekerjaan seta jenjang pendidikannya,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...