JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tolak Pemindahan Polsek Colomadu ke Boyolali, Bupati Karanganyar Surati Polda Jateng

Peletakan batu pertama pembangunan Kantor Polsek Colomadu Selasa (25/6/2019). Foto/Wardoyo
Peletakan batu pertama pembangunan Kantor Polsek Colomadu Selasa (25/6/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Rencana Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah yang akan memindahkan Polsek Colomadu menjadi bagian dari wilayah hukum Polres Boyolali, mendapat tanggapan dari bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Menurut bupati, gagasan untuk memindahkan Polsek Colomadu, menjadi bagian dari Polres Boyolali, sudah lama.

Wacana pemindahan tersebut terungkap saat salah satu pejabat di lingkungan Polda Jawa Tengah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mapolsek beberapa waktu lalu.

Menyikapi wacana kepindahan tersebut,Pemkab Karanganyar telah mengirimkan surat kepada Polda Jawa Tengah, agar Polsek Colomadu, tetap berada di wilayah teritorial Karanganyar.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi Gubernur, APBD Perubahan Karanganyar 2020, Pendapatan Berkurang Rp 129 Miliar, Belanja Berkurang Rp 43 Miliar

Namun sampai saat ini, Pemkab Karanganyar belum menerima balasan atas surat yang dikirim beberapa waktu lalu.

Bupati berharap, agar Polda Jawa Tengah maupun Kepolisian RI mempertimbangkan surat tersebut. Terutama dalam hal pembahasan pembagian wilayah hukum Polsek Colomadu.

“Kami sudah kirim surat ke Polda Jawa Tengah, agar Polsek Colomadu tetap berada di wilayah teritorial Karanganyar. Mungkin statusnya saja yang dinaikkan, tapi kalau wilayah hukum, tetap di Karanganyar,” kata Bupati, Jumat (27/09/2019).

Baca Juga :  Kabar Buruk, Anggaran Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Dipangkas 60 % Tinggal Rp 40 Miliar Saja!

Dijelaskan bupati, alasan untuk tetap mempertahankan Polsek Colomadu ini tetap berada di Karanganyar untuk memudahkan koordinasi.

“Kalau nanti masuk wilayah Boyolali, maka akan lamban memutuskan koordinasi. Kalau status dinaikkan silahkan, kami akan membangun sarana dan prasarana lebih sempurna lagi, bisa untuk VIP. Saat mengamankan presiden yang sering melewati wilayah kami,” ujarnya. Wardoyo