loading...
Loading...
Ilustrasi petugas polisi saat mengevakuasi korban tewas kecelakaan maut. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan maut terus terjadi Solo-Tawangmangu wilayah Karanganyar. Tak terhitung sudah berapa banyak korban nyawa melayang sia-sia akibat kecelakaan di sepanjang jalur itu.

Yang terbaru, kecelakaan motor dengan mobil tangki air di Dusun Ngiri, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, beberapa hari lalu. Satu korban dari pemotor meninggal di lokasi kejadian.

Beberapa hari sebelumnya, dua pemotor dan pembonceng juga meregang nyawa usai menabrak pohon di wilayah Jaten.

Banyaknya kecelakaan yang merenggut korban nyawa di sepanjang jalur Solo-Tawangmangu memantik keprihatinan tersendiri.

Lantas bagaimana analisa polisi terkait tingginya angka kecelakaan yang merenggut nyawa di jalur itu?

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Faris Budiman mewakili Kapolres AKBP Catur Gatot Efendi mengungkapkan secara analisa, tak ada fasilitas yang kurang atau rawan di jalur Solo-Tawangmangu.

Kondisi penerangan maupun rambu dirasa sudah cukup memadai di sepanjang jalur itu. Justru ia menilai, faktor kelalaian pengendara atau human error menjadi faktor yang paling dominan memicu kecelakaan dan korban jiwa di jalur Solo-Tawangmangu.

Baca Juga :  Pembelian Motor Dinas N-Max Untuk 177 Kades di Karanganyar Dikritik Keras. Pemkab Dituding Kehilangan Sense of Crisis 

“Kalau dari sarpras jalan sudah nggak ada masalah. Penerangan sudah cukup, kondisi rambu juga sudah. Menurut analisa kami, kebanyakan kecelakaan di jalur Solo-Tawangmangu selama ini lebih karena faktor human error,” paparnya dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM, Selasa (15/10/2019).

AKP Faris menguraikan tipikal jalur Solo-Tawangmangu yang lurus dan jalannya halus, terkadang justru membuat pengendara terlena. Mereka memacu kendaraan dalam kecepatan di atas batas sehingga rawan fatalitas ketika terjadi kecelakaan.

Lantas, kondisi penerangan yang cukup juga memicu pengendara memacu kencang.

“Kondisi jalannya lurus, jadi kadang malah pengendara memacu kencang. Kemudian faktor lainnya kadang mengemudi dalam kondisi ngantuk, atau pengaruh alkohol sehingga memicu kecelakaan,” urainya.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut di Tangkil Sragen, Mobil Panther Gasak Pemotor Hingga Tewas. Diawali Hujan Deras Lalu.... 

Atas kerawanan itu, Kasat Lantas mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas jika berkendara di jalur tersebut.

Menghindari berkendara dalam kondisi mengantuk, mabuk, atau bermain HP, adalah hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan.

“Kuncinya patuhi peraturan lalu lintas, pastikan kondisi sehat dalam berkendara. Tidak ngantuk atau mabuk, dan jangan berkendara sambil mengoperasikan HP,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...