JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kades dan Perdes di Sragen Diminta Tak Hanya Pintar Meniru Desa Lain. Diingatkan Bahaya Radikalisme dan Virus Korupsi! 

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat memberi sambutan di acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa se-Kecamatan Sumberlawang, Jumat (18/10/2019) malam. Foto/Wardoyo
Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat memberi sambutan di acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa se-Kecamatan Sumberlawang, Jumat (18/10/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Para kepala desa (Kades) dan perangkat desa (Perdes) di Sragen diminta lebih kreatif dan inovatif dalam membangun desa serta mengembangkan potensi desanya. Pembangunan juga diminta tak hanya asal meniru desa lain tanpan menyesuaikan kondisi dan potensi yang ada.

Hal itu disampaikan Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat membuka dan memberikan sambutan dalam bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan, Kades, Perdes dan BPD se-Kecamatan Sumberlawang, Jumat (18/10/2019) malam.

Di hadapan ratusan Kades dan Perdes dari 11 desa di Sumberlawang, Tatag menyampaikan sudah saatnya desa bisa lebih kreatif dalam memberdayakan potensi desa dengan dana desa yang ada.

“Tapi harus inovatif menggali dan memberdayakan potensi desa. Jangan hanya asal niru desa lain tanpa melihat kebutuhan dan kondisi desanya.  Misale lagi rame-ramene gawe lapangan, melu-melu gawe lapangan. Malah ada yang dikasih air mancur juga, padahal sudah tahu di wilayah itu tiap tahun kekeringan. Itu kan nggak pas,” paparnya.

Sekda kemudian menjelaskan tidak masalah desa membangun atau mengalokasikan dana untuk perbaikan sarana olahraga. Namun ia lebih berharap dana desa bisa diprioritaskan untuk pembangunan yang bermanfaat serta pemberdayaan potensi desa.

Baca Juga :  Jabat Kapolres Sragen, Ini Sosok AKBP Yuswanto Ardi. Minta Dukungan Masyarakat, Sebut Meyakinkan Pilkada di Masa Pandemi dan Perguruan Silat Jadi Tantangan!

Misalnya untuk pengembangan usaha melalui BUMdes, serta pemberdayaan potensi UKM atau potensi produktif yang dimiliki di desa.

“Misalnya bagaimana membuat pasar desa, kalau memang ada potensinya, silakah buat proposal ajukan ke dinas koperasi dan UKM. Bisa kok,” terangnya.

Ia juga mengingatkan di era saat ini, ada dua hal yang harus diwaspadai oleh aparatur pemerintahan termasuk Kades dan Perdes. Dua hal itu adalah pengaruh paham radikalisme dan virus laten korupsi.

“Kalau sudah kena dua itu, sudah akan berkembang. Desa, daerah dan negara nggak akan maju. Makanya mari kita jaga semangat NKRI harga mati,” tandasnya.

Sementara, Camat Sumberlawang Heru Susanto menguraikan Bimtek peningkatan kapasitas aparat desa itu diikuti 125 peserta mulai dari kepala desa, Perdes dan BPD dari 11 desa di Kecamatan Sumberlawang.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam hal administrasi keuangan, pengetahuan pembuatan Raperdes dan juga tentang penyusunan APBDes.

Sehingga diharapkan para aparat desa itu bisa menjalankan tugas dan roda pemerintahan desa sesuai dengan aturan yang ada.

“Karena sebagian besar BPD itu relatif baru dan belum pernah mendapatkan pelatihan. Termasuk Perdes baik yang hasil murasi dan baru. Sehingga perlu diberi tambahan wawasan,” terangnya.

Baca Juga :  Berikut Daftar 5 Warga Sragen Yang Meninggal dan Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Yang Pulang dari Papua!

Camat Heru menguraikan Bimtek digelar dalam dua gelombang selama tiga hari mulai Jumat, Sabtu hingga Minggu besok. Untuk gelombang pertama terdiri dari  Kades, BPD, Kaur Pemerintahan, Kaur Pelayanan dan Kasi Pelayanan dan Kaur TU.

“Siangnya gelombang kedua mulai Sekdes, Kadus dan Kasi lainnya. Pematerinya kita hadirkan dari Bagian Hukum, Inspektorat, PMD, BPKAD dan Bagian Pemdes,” urai Heru.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan Bimtek digelar rutin setiap tahun. Pasalnya hampir setiap tahun ada aturan yang baru, sehingga pengetahuan para aparatur desa juga perlu penyempurnaan dan penambahan wawasan, salah satunya melalui Bimtek.

“Termasuk bagaimana menata desa ke depannya. Tidak hanya tergantung pada Dana Desa dan ADD tapi harapan kami bisa menciptakan PAD sendiri melalui BUMDes. Bagaimana menggali potensi-potensi apa yang ada di desa. Kalau bisa memang seperti arahan Pak Sekda tadi. Jangan hanya sekedar meniru desa lain, tapi harus kreatif dan menyesuaikan potensi serta kondisi desa. Karena potensi masing-masing desa kan berbeda-beda,” tandasnya. Wardoyo