loading...
Bintoro Adi Saputro (kanan) didampingi sang ibu, Marwiyati (kiri). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Gelaran Pilkades serentak di 167 desa Sragen yang digelar 26 September 2019 silam turut melambungkan nama Desa Slogo di Kecamatan Tanon.

Pilkades di desa ini mencatatkan sejarah dengan melahirkan pemimpin muda usia bernama Bintoro Adi Saputro. Pemuda kelahiran 35 tahun silam itu secara fenomenal untuk kali kedua berhasil mempertahankan tahta sejak memenangi Pilkades perdananya pada Tahun 2013 silam.

Namun di pertarungan Pilkades keduanya 2019 ini, Bintoro terpaksa harus berhadapan dengan ibu kandungnya sendiri, Marwiyati (61).

Kondisi itu ternyata terjadi lantaran sosok Bintoro masih dicintai masyarakatnya sehingga tak ada yang berani maju untuk melawan di Pilkades.

Ditemui di kediamannya Dukuh Slogo RT 7 Minggu (20/10/2019), sarjana lulusan teknik kimia UMS Solo itu mengungkapkan dirinya terpaksa menggandeng ibu kandungnya untuk maju karena aturan memang menghendaki tak boleh ada lawan kotak kosong.

“Lha nggak ada masyarakat yang maju. Akhirnya relawan dan tokoh-tokoh ndorong kalau ibu saja yang mendampingi biar nggak lawan kotak kosong,” tutur Bintoro.

Meski di atas kertas berstatus rival, namun skenario tahapan tetap dijalankan sesuai mekanisme. Bintoro menguraikan ia dan ibunya tetap menggelar kampanye dan penyampaian visi misi.

Baca Juga :  Prihatin Wabah Corona, DPD Nasdem Sragen Terjun Gelar Penyemprotan Desinfektan Serentak di Wilayah Kecamatan dan Sosialisasi Pencegahan ke Masyarakat

Namun karena sang ibu sudah relatif berumur, semua perabot pendaftaran dan visi misi kampanye pun, dirinya yang membuatkan.

“Ndaftar dan kampanye pun tetap kita lalui. Malah pas ndaftar, ibu saya boncengkan pakai sepeda motor. Nggak ada kawal-kawalan. Ndaftar berdua saja. Berkas ibu, semua saya yang ngurusi,” tukasnya.

Menariknya, pas momen kampanye, sang ibu justru berkampanye untuk dirinya. Bintoro mengisahkan saat berbicara di hadapan warga, ibunya berkampanye jangan memilih dirinya lantaran dirinya sebagai orangtua hanya mendoakan agar putranya bisa berkarya.

“Buke kampanyenya hanya bilang yang tua hanya mendoakan anak-anaknya biar sukses dalam berkarya,” tutur Bintoro.

Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, Bintoro menjelaskan meski sudah pasti ngandang, antusiasme warga untuk datang ke TPS dan memilih, tetap tinggi. Dari 2.600 daftar pemilih tetap, yang hadir ke TPS mencapai 2.009 orang.

Dan hasil pilihan pun cukup signifikan mengantar Bintoro dengan gagah melanggengkan tahta kedua kalinya. Sebab dari 2.009 coblosan, ia meraup 1.908 suara atau 96,3 persen.

“Jika dikalkulasi, yang hadir 87 persen dari DPT. Alhamdulillah ini sebuah amanah dari warga. Kami bersyukur dan berterimakasih atas kepercayaan segenap masyarakat yang masih menaruh kepercayaan pada kami untuk memimpin Desa Slogo,” terangnya.

Baca Juga :  Satu Pasien PDP Corona Asal Sragen Kota Meninggal, DKK Langsung Instruksikan Semua Anggota Keluarganya Diisolasi

Di bagian akhir, Kades terpilih yang hingga kini masih setia membujang itu mengaku di periode kedua kepemimpinanya nanti, ia akan berjuang untuk membangun Desa Slogo lebih baik lagi.

Mengingat pembangunan infrastruktur sudah hampir kelar di periode pertamanya, nantinya pembangunan akan lebih diarahkan ke pemberdayaan masyarakat dan potensi desa.

“Periode kemarin, infrastruktur sudah 90 persen terselesaikan. Tinggal nanti 10 persennya kita lanjutkan. Nanti kami akan fokus ke pemberdayaan potensi desa. Sarpras olahraga indoor akan kami bangun, sama pemberdayaan sarana pertanian. Termasuk usaha-usaha kecil home industri. Di sini sentra home industri sangkar burung dan tusuk. Banyak warga yang punya usaha rumahan membuat sangkar, tusuk sate, tusuk siomai dan sejenisnya. Doanya Mas mudah-mudahan bisa membawa Slogo makin maju lagi,” tandas Bintoro. Wardoyo