loading...
Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Karanganyar langsung responsif terkait kabar kebakaran yang menimpa hutan lereng Gunung Lawu di Karanganyar. Polres langsung membentuk tim terpadu untuk menangani dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Karanganyar.

Hal itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi di sela rapat koordinasi pencegahan Karhutla di Karanganyar kemarin.

Kapolres mengatakan, segera membentuk tim terpadu, dan membuka posko untuk mengantisipasi dan mengatasi terjadinya kebakaran hutan.

Menurut Kapolres, Posko akan dibuka di Cemoro Kandang, Cetho, Pengkok Jatiyoso, Agrasmanis, serta Tambak yang berada di Ngargoyoso.

“ Menjaga gunung Lawu dari kebakaran dan kerusakan lainnya, adalah tanggungjawab kita bersama. Untuk itu, kita harus bersinergi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  Empat Warga Karanganyar Kembali Diisolasi Dengan Status Pasien PDP. Total PDP Naik Jadi 8 Orang, Jumlah ODP Lampaui Angka 100 Kasus

Asisten Perhutani, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (Asper BKPH) Lawu Utara, Widodo menyampaikan ada empat hektare lahan di lereng Lawu yang terbakar.

Menurut Widodo, dari empat hektar hutan yang tebakar tersebut, yang paling parah di daerah Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Di kawasan ini, berbatu, dan terbakar habis. Sedangkan di kawsan lain, hanya yang terbakar hanya semak-semak.

“Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran hutan ini. Hanya saja, untuk hutan yang berada di Desa Blumbang, titik api berasal dari bekas pembakaran arang yang dilakukan oleh warga,” kata dia.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Corona, Semua Pemudik Karanganyar Diminta Screening dan Isolasi Mandiri 14 Hari. Wabup Sebut Jangan Ngeyel!

Dijelaskannya, pengendalian kebakaran yang paling efektif di atas gunung dengan medan yang berat, adalah dengan membuat ilaran api, atau sekat bakar, dengan memisahkan yang terbakar dengan yang tidak terbakar, sehingga tidak merembet ke lokasi lain. Wardoyo