JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kebakaran Hutan Lereng Lawu, Polres Karanganyar Langsung Bentuk 6 Posko Terpadu. Paling Parah di Desa Beruk 

Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Karanganyar langsung responsif terkait kabar kebakaran yang menimpa hutan lereng Gunung Lawu di Karanganyar. Polres langsung membentuk tim terpadu untuk menangani dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Karanganyar.

Hal itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi di sela rapat koordinasi pencegahan Karhutla di Karanganyar kemarin.

Kapolres mengatakan, segera membentuk tim terpadu, dan membuka posko untuk mengantisipasi dan mengatasi terjadinya kebakaran hutan.

Menurut Kapolres, Posko akan dibuka di Cemoro Kandang, Cetho, Pengkok Jatiyoso, Agrasmanis, serta Tambak yang berada di Ngargoyoso.

Baca Juga :  Sebut Ada Pemaksaan Gamblang, Eks Ketua PSSI Karanganyar Desak Bupati Bekukan Kepanitiaan Kongres. Ketua Panitia Kekeh Kongres Jalan Terus No Problem

“ Menjaga gunung Lawu dari kebakaran dan kerusakan lainnya, adalah tanggungjawab kita bersama. Untuk itu, kita harus bersinergi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan,” ujar Kapolres.

Asisten Perhutani, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (Asper BKPH) Lawu Utara, Widodo menyampaikan ada empat hektare lahan di lereng Lawu yang terbakar.

Menurut Widodo, dari empat hektar hutan yang tebakar tersebut, yang paling parah di daerah Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Di kawasan ini, berbatu, dan terbakar habis. Sedangkan di kawsan lain, hanya yang terbakar hanya semak-semak.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

“Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran hutan ini. Hanya saja, untuk hutan yang berada di Desa Blumbang, titik api berasal dari bekas pembakaran arang yang dilakukan oleh warga,” kata dia.

Dijelaskannya, pengendalian kebakaran yang paling efektif di atas gunung dengan medan yang berat, adalah dengan membuat ilaran api, atau sekat bakar, dengan memisahkan yang terbakar dengan yang tidak terbakar, sehingga tidak merembet ke lokasi lain. Wardoyo