loading...
Ilustrasi Tim PMI dan Polres saat mengevakuasi jasad korban kecelakaan. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMAR NEWS.COM Angka kecelakaan di Jawa Tengah terbilang masih tinggi. Sebanyak 3.167 nyawa melayang di jalan raya sepanjang kurun Januari- September 2019 ini. Tingginya pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan itu pun menjadi perhatian penting Polda Jawa Tengah.

Mengantisipasi meningkatkan pelanggaran dilakukan pengendara di jalan raya, Polda Jateng mengelar Operasi Zebra Candi 2019 mulai Rabu (23/10/2019) hari ini hingga 14 hari kedepan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam amanat yang dibacakan Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat saat Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra  Candi 2019 menyebutkan, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jateng tahun ini cukup tinggi.

Berdasarkan catatan Korlantas hingga bulan September terhitung jumlah kecelakaan mencapai sebanyak 19.262 kejadian. Dari keseluruhan kejadian tersebut menyebabkan sebanyak 3.167 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Selamat, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Predikat A Sistem Akuntabilitas Kinerja SAKIP Award 2019

“Penyebab kejadian kecelakaan kebanyakan karena adanya pelanggaran lalu lintas dilakukan pengendara. Kami imbau tegas dan simpati dalam melakukan penindakan terhadap para pelanggar,” ujarnya melalui Kapolres Semarang dalam kegiatan apel digelar di halaman Mapolres Semarang tadi pagi.

Disebutkan Kapolda, penindakan telah dilakukan petugas di jalan raya bagi para pelanggar lalu lintas. Tercatat hingga bulan September jumlah pelanggar di Jateng  mencapai sebanyak 1.507.023 pelanggar.

“Operasi yang kita canangkan kali ini dalam rangkaian menciptakan Kamseltibcar berlalu lintas sekaligus menjaga kondusifitas pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden,” tegasnya.

Baca Juga :  Mesin ATM BCA di Muntilan Ternyata Digasak Dengan Cara Didorong ke Mobil. Pelakunya 4 Orang, Isi Uangnya Rp 800 Juta

Ditambahkan Kapolda, anggota yang bertugas dalam operasi diimbau tetap mengedepankan tugas sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Hindari sikap arogan dan jangan mencari-cari kesalahan pengendara.

“Lakukan penindakan para pelanggar kepatuhan serta ketertiban berlalu lintas dengan penegakkan hukum berbasi IT, ciptakan kelancaran dan keamanan dalam masyarakat,” tandasnya. Wardoyo/JSnews