JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kejutan, Ketua Demokrat Sragen Nyatakan Siap Dukung Yuni-Dedy Jilid 2 di Pilkada 2020 

Budiono Rahmadi "Mas Bro". JSnews/Yok

mas bro
Budiono Rahmadi “Mas Bro”. JSnews/Yok

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang Pilkada 2020, Partai Demokrat Sragen membuat pernyataan mengejutkan. Sempat dikabarkan berambisi maju ke Pilkada, Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi mendadak menyampaikan statemen mendukung duet Yuni-Dedy jilid 2.

Pernyataan itu disampaikan Budiono di hadapan wartawan di Sragen, Selasa (1/10/2019). Didampingi Sekretaris DPC, Syaifudin, politisi yang akrab disapa Mas Bro itu menyatakan Demokrat Sragen siap mendukung duet Yuni-Dedy jilid 2 di Pilkada Sragen tahun depan.

Alasannya, ia melihat selama lima tahun kepemimpinan, keduanya dianggap baik-baik saja tanpa ada hal perbedaan pendapat di antara keduanya.

“Saya mendukung duet Yuni-Dedy jilid 2. Karena beliau saya kira selama 5 tahun ini baik-baik saja. Makanya dilanjutkan akan lebih baik,” paparnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Semua Guru Honorer PAI Sekolah Negeri di Sragen Bakal Diajukan Pengangkatan PPPK atau P3K. Tapi Ada Syaratnya!

Budiono menjelaskan sikap itu diambilnya sebagai tanggungjawab demokrat sebagai partai politik dalam menyukseskan Pilkada Sragen.

Menurutnya pernyataan itu diambil dengan mencermati dinamika politik yang ada menjelang Pilkada.

“Selama ini sudah ada beberapa parpol yang menggalang komunikasi dengan parpol lain. Lalu PDIP juga sudah membuka penjaringan dan ada beberapa nama yang mendaftar,” tuturnya.

Soal kehadirannya di pertemuan koalisi beberapa petinggi parpol non PDIP beberapa waktu lalu, Budiono menyebut kala itu dirinya datang karena diundang dan menghargai undangan.

Baca Juga :  Kisah 2 Perampok Baper Asal Sragen Kota. Hanya Gara-Gara Ditegur Beli Pakan Kucing Masih Pakai Mantol Eh Besoknya Kasir yang Negur Dibawakan Golok dan Dirampok!

Namun ia menyebut jika pertemuan saat itu baru sebatas diskusi-diskusi beberapa kemungkinan dan belum ada pembahasan serius soal koalisi maupun arah calon yang akan diusung.

Bagaimana jika kemudian Yuni ternyata tak berduet dengan Dedy? Budiono menyebut jika duet Yuni-Dedy jilid 2 tidak terjadi, maka sikap Demokrat pun tentu akan berbeda lagi.

“Kalau ternyata yang digandeng Yuni, bukan Dedy, ya kita tentu sudah beda lagi. Kalau kemudian mereka diusung koalisi dan kita nggak diajak, ya bisa beda lagi. Tapi yang jelas Demokrat siap backup Yuni-Dedy jilid 2,” tandasnya. Wardoyo