JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Masih Beranggapan Obat Generik Kurang Ampuh? Ini Fakta Sebenarnya

Ilustrasi. Obat Antibiotik. Pexels
loading...
Ilustrasi. Obat generik. Pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagian orang beranggapan bahwa obat generik adalah obat murah untuk kalangan tidak mampu. Bahkan ada juga yang berpendapat obat generik kurang ampuh dibandingkan obat paten keluaran perusahaan-perusahaan farmasi. Apakah anggapan tersebut benar?

Dettie Yuliati, Wakil Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia membantah keras anggapan tersebut. “Ada salah kaprah, minum obat generik paten lebih cepat sembuh karena lebih ampuh,” katanya dalam diskusi bertajuk Optimalisasi Peran Apoteker untuk Menjamin Pengobatan Rasional dan Cost-Effective di Jakarta pada pekan lalu.

Secara umum, menurut Dettie, ada dua macam obat: paten dan generik. Obat generik memiliki nama sesuai dengan zak aktif yang dikandungnya. Sebut saja Paracetamol dan Amoxiliin. “Kegunaan, fungsi, dan khasiat obat generik sama dengan obat paten, yang berbeda hanya kemasan dan namanya,” kata Dettie.

Lalu kenapa harga obat generik bisa lebih murah dari obat paten atau obat bermerek? Menurut Dettie hal ini terkait hak paten. Obat Generik adalah obat yang sebenarnya sudah habis masa patennya. Perusahaan farmasi biasanya akan mematenkan obat yang dibuat berdasarkan zat aktif baru untuk hasil temuan mereka.

Baca Juga :  Dokter Tirta Imbau Warga Pakai Masker Kain, Bukan Masker Medis, Ini Alasannya

Setelah 15-20 tahun, hak paten ini habis. Nah, sejak saat itulah perusahaan farmasi lain bisa membuat obat generik berdasarkan zat aktif tersebut tanpa harus membayar royalti maupun hak patennya.

Itulah sebabnya obat generik lebih murah. Sebab selain tak perlu membayar royalti, perusahaan farmasi yang memproduksi obat generik tak perlu mengeluarkan biaya riset. Biaya yang dibebankan murni biaya produksi.

Namun yang perlu diperhatikan, saat ini di apotek ada dua jenis obat generik. Obat Generik Berlogo (OGB) dan Obat Generik Bermerek. Obat Generik Bermerek bissanya diberi label mirip dengan nama perusahaan farmasi yang memproduksinya. Kemasannya juga biasanya mirip obat paten.

Salah satu perusahaan farmasi yang membuat obat generik ini adalah OT Hexpharm Jaya. Anak perusahaan PT Kalbe Farma ini terutama fokus memproduksi obat-obat generik untuk penyakti degeneratif seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, hingga DIabetes Melitus.

Baca Juga :  Viral Hirup Uap Panas Bunuh Virus Corona, Dokter Spesialis Penyakit Dalam: Tidak Bermanfaat

Mulia Lie, Presidan Direktur PT Hexpharm Jaya memastikan formulasi dari obat-obat generik yang diproduksi perusahaan farmasinya itu setara dengan obat paten. Selain memenuhi persyaratan CPOB ( Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM, juga telah mendapat ISO 90001 (2015). Formulasi juga telah melewati uji BA/BE.

“Meski harga obat generik murah, tapi tidak murahan. Efikasinya tetap terjaga,” katanya. Sebagai pembeda dengan obat generik perusahaan lain, Hexpharm memilih kemasan berwarna biru.

“Kemasan tak hanya berfungsi sebagai baju tapi juga penting untuk melindungi obat dari kerusakan akibat sinar matahari, kelembapan, dan lain-lain,” kata Mulia.

www.tempo.co