loading...
Chelsea Marvelyn Istanto, pebulutangkis putri asal Merauke, Papua saat mengikuti tahapan audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum di Karanganyar, Senin (28/10/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Mimpi menjadi pebulutangkis hebat, agaknya begitu terpatri di benak Chelsea Marvelyn Istanto. Saking terobsesinya ingin menjadi pebulutangkis hebat, perjuangan keras pun seolah menjadi hal biasa yang harus dilaluinya.

Salah satunya, perjuangan berat untuk mengikuti audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum seri Solo Raya yang digelar di Karanganyar 27-29 Oktober ini.

Dara asal Merauke, Papua berusia 12 tahun itu menuturkan demi bisa ikut audisi PB Djarum, siswi kelas 1 SMP 23 Merauke itu rela menempuh perjalanan panjang dari Merauke ke Karanganyar.

“Dari Merauke ke Surabaya dulu. Baru ke Solo (Karanganyar),” papar dara cantik yang ikut berkompetisi di kelompok usia 13 putri itu, saat ditanya wartawan Senin (28/10/2019).

Chelsea mengungkapkan selama ini dirinya memang sangat terobsesi ingin menjadi atlet bulutangkis besar. Ia menyebut sangat mengidolakan Lilyana Natsir.

Demi mewujudkan mimpinya, ia yang menekuni bulutangkis sejak usia 8 tahun itu, mengaku terus berlatih. Di Merauke ia bergabung dengan klub bulutangkis IBIC yang ada di wilayahnya.

Ia mengaku bakatnya itu juga mendapat

Baca Juga :  Sejumlah Kampung di Karanganyar Lockdown, Bupati Minta Dipikirkan Penghasilan Warganya Yang Tak Punya Gaji Bulanan
Chelsea Istanto bersama bibinya seusai pertandinyan audisi di hari kedua, Senin (28/10/2019). Foto/Wardoyo

support dari keluarga. Tak hanya antar jemput latihan di klubnya di Merauke, keluarganya juga selalu mendampingi tiap kali mengikuti audisi.

Termasuk saat mengikuti audisi di Karanganyar kali ini, ia juga diantar dan didampingi bibinya, Melyn.

 

Kepada wartawan, Melyn menuturkan keluarga utamanya orangtua Chelsea memang sangat mendukung obsesi Chelsea untuk menjadi atlet bulutangkis. Ia menceritakan hampir setiap hari, keluarga selalu setia mengantar dan mendampingi Chelses latihan di klubnya di Merauke.

Dukungan besar juga diberikan setiap kali Chelsea mengikuti audisi PB Djarum. Meski lokasi audisi berada di Jawa yang butuh biaya besar, hal itu tak menjadi kendala.

“Sekali audisi seperti ini, ya bisa habis Rp 20 juta. Untuk tiket pesawat saja sudah Rp 10an juta sekali jalan. Belum akomodasinya. Kemarin dari Papua ke Solo ini dua kali terbang. Dari Papua transit ke Makasar, lalu baru ke Solo. Kebetulan ini papa dan mamanya nggak bisa mendampingi, saya yang disuruh ndampingi. Memang biayanya besar, tapi orangtuanya sanggup dan anaknya senangnya bulutangkis dan maunya jadi atlet bulutangkis,” urai Melyn.

Baca Juga :  Lawan Virus Corona, Para Pemuda Kalongan RT 01 Matesih Lakukan Penyemprotan

Sayangnya, di kesempatan keempat ini, Chelsea kembali gagal setelah kalah di babak kedua.

Meski begitu Chelsea mengaku tak patah arang. Ia mengaku akan terus berlatih dan akan ikut kembali di audisi terakhir di Kudus November mendatang.

“Anaknya masih semangat untuk ikut lagi nanti di Kudus. Rencananya nanti balik ke Jakarta dulu. Baru pulang ke Merauke. Nanti balik lagi ikut audisi di Kudus,” imbuh Melyn.

Melyn menambahkan Chelsea adalah bungsu dari tiga bersaudara. Dia merupakan putri pasangan Petrus Istanto-Meisya yang berlatarbelakang seorang pengusaha di Merauke, Papua. Wardoyo