loading...
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto / tempo.co

UMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto  membentuk tim kecil yang akan membahas langkah strategis yang diperlukan untuk mengtasi defisit.

Tim kecil tersebut berasal dari unsur pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Tim akan membahas langkah strategis yang diperlukan atau sangat diperlukan untuk mengatasi defisit

Secara umum, Terawan mengaku sudah memiliki konsep untuk menuntaskan masalah tersebut.

Salah satu yang akan segera dilakukan Terawan yaitu mengoptimalkan layanan kesehatan yang diberikan pada pasien. Misalnya, pada penanganan pasien dengan penyakit jantung yang menelan biaya hingga Rp 10 triliun, ia ingin mengefisienkan tindakan tanpa mengurangi kualitas layanan.

Baca Juga :  Gunung Merapi Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Setinggi 3000 Meter ke Arah Timur

“Optimalisasi manfaat,” katanya.

Terawan menjelaskan, tindakan oleh dokter harus dioptimalkan. “Bukan mengurangi manfaat, jangan keliru, loh. Tindakan belum tentu bermanfaat, tapi mengoptimalkan manfaat itu penting sekali,” ucapnya.

Lebih jauh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan keinginan Terawan tersebut. Menkes, kata Fachmi, ingin menyederhanakan beberapa tindakan pada sejumlah penanganan penyakit yang “boros” namun tidak tepat sasaran.

Sebelumnya Fachmi pernah menyebutkan upaya mengoptimalisasikan layanan katarak dan fisioterapi yang kemudian ramai dibicarakan publik.

Baca Juga :  Salat di Rumah Saat Ada Wabah Penyakit, Bagaimana Pahalanya?

“Beliau (Terawan) juga akan perhatian (concern) dengan itu dan turun langsung dengan organisasi profesi,” katanya.

www.tempo.co