JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Muhammadiyah: Tantangan Kabinet Jokowi Jilid II Lebih Berat

Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin (kanan) saat halalbihalal di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/6/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tantanan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo – Ma’ruf Amin dalam pemerintahan lima tahun mendatang lebih berat dibanding periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Oleh karena itu, dia mendorong agar Presiden dan Wakil Presiden dapat menghadapi segala tantangan menjalankan roda pemerintahan.

Abdul Mu’ti meminta pemimpin terpilih agar dapat lebih merangkul berbagai dan membangun komunikasi politik yang lebih intensif dengan berbagai pihak.

Baca Juga :  Birokrasi Paling Rumit se-Dunia, Jokowi Serukan Reformasi Birokrasi Struktural

“Tantangan kepemimpinan Kabinet Kerja II lebih berat. Secara ekonomi ada tantangan berat karena faktor ekonomi global. Secara politik, masih ada residu dan fragmentasi politik pasca-Pilpres,” kata Mu’ti saat dihubungi, Sabtu (19/10/2019).

Selain itu, kata dia, yang sangat penting adalah meningkatkan capaian dalam bidang ekonomi. Presiden perlu melanjutkan program pro-rakyat seperti kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat, sertifikasi guru, sertifikasi tanah, dan lain-lain.

Atas pelantikan presiden dan wakil presiden yang dijadwalkan pada 20 Oktober Mu’ti menyampaikan ucapan selamat.

Baca Juga :  Hati-hati, Bernyanyi dan Bersuara Keras Berpotensi Tularkan Covid-19!

“Kami mengucapkan selamat atas pelantikan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024,” kata dia.

Sebelumnya, Mu’ti mengatakan Muhammadiyah menghormati segala keputusan Jokowi dalam menyusun kabinetnya.

“Muhammadiyah tidak memiliki referensi di kementerian tertentu karena komposisi menteri di kabinet adalah prerogatif Jokowi.”

“Dalam menyusun kabinet, Muhammadiyah percaya bahwa Presiden Joko Widodo akan senantiasa berpegang teguh pada undang-undang, mengedepankan kompetensi, meritokrasi dan loyalitas kepada bangsa dan negara,” katanya.

www.tempo.co