loading...
Loading...
Dirut PT Delapan Jaya Group Sragen, Alan Koeshendro saat memberikan sambutan dalam pelatihan jahit gratis kerjasama dengan Kemenperin dan BDI Surabaya, di lokasi usahanya di Pilangsari, Ngrampal, Sragen, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Manajemen PT Delapan Jaya Group Sragen menyatakan tetap konsisten untuk menggelar program pelatihan jahit secara gratis. Bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian, perusahaan yang bergerak di bidang jasa potong dan jahit garmen itu menyediakan 100 kursi pelatihan untuk warga Sragen setiap tahun.

Direktur Utama PT Delapan Jaya Group,Alan Darma Saputra Koeshendro mengatakan perusahaannya memiliki dua unit usaha jasa garmen dan potong di Sragen yakni Delapan Jaya Perkasa dan Delapan Jaya Garmindo.

Sejak berdiri tahun 2016, pihaknya terus konsisten memerikan program pelatihan jahit gratis kepada masyarakat di Sragen.

Pelatihan itu merupakan hasil kerjasama dengan Balai Diklat Industri dari Surabaya dan juga dari Kementerian Perindustrian. Pelatihan gratis three in one itu merupakan program kesinambungan selama setahun.

“Jadi setiap tahun kami membuka program pelatihan gratis menjahit dan kompetensi garmen lainnya. Ada 100 kuota yang dibuka, kegiatannya 18 hari dilatih dari nol sampai bisa. Para peserta itu dilatih, lalu diberi sertifikasi dan disalurkan untuk bekerja atau dikerjakan,” papar Alan kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Minggu (20/10/2019).

Baca Juga :  Ini Daftar Nomor Seri 79 Buku Nikah Yang Hilang Digondol Pencuri di KUA Ngrampal. Masyarakat Diminta Hati-hati! 
Perwakilan Kementerian Perindustrian bersama Bupati Sragen saat hadir dalam penutupan pelatihan gratis di PT Delapan Jaya Group Sragen beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo

Ia menguraikan selama pelatihan, selain menerima ilmu, para peserta juga menerima uang transport dan sertifikat. Sertifikat diberikan karena mereka juga melalui proses ujian.

Tak cukup sampai di situ, Alan menyampaikan para peserta yang lulus pun langsung bisa direkrut untuk bekerja di perusahaannya atau memilih bekerja di perusahaan lain pun tetap diperkenankan.

“Selama ini sudah dua gelombang pelatihan yang kita rampungkan. Rata-rata mereka lulusan sekolah menengah, tapi yang ibu-ibu juga ada. Bedanya dengan pelatihan lainnya, kalau di kami mereka diberi pelatihan gratis, dapat sertifikat dan uang saku, nanti kalau sudah lulus langsung dipekerjakan. Boleh kerja di perusahaan kami, mau kerja di perusahaan lain pun tidak dihalangi,” jelasnya.

Baca Juga :  Ringsek, Begini Penampakan Mobil Dinas Pemkab dan Dua Motor Dalam Kecelakaan Maut di Nglorog Sragen

Alan menguraikan program pelatihan three in one itu digelar sebagai wujud kepedulian dan komitmen perusahannya untuk membantu memberdayakan masyarakat Sragen.

Dengan pelatihan dan penyaluran kerja, hal itu diharapkan bisa berkontribusi membantu menurunkan angka pengangguran.

“Ini juga bagian dari corporate social responsibility (CSR) kami. Jadi prinsip kami, sebuah usaha tak melulu harus mengejar keuntungan tapi harus ada social value (nilai sosial) dan kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tandas Dirut yang masih berusia 27 tahun tersebut. Wardoyo

 

Loading...