loading...
Proses produksi jasa potong dan jahit di PT DJP, anak perusahaan PT DJG Sragen yang selama ini melayani orderan dari pakaian merk luar negeri. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bagi anda penggemar pakaian berbahan jeans, tentu tak asing lagi dengan merk-merk jeans produksi luar negeri.

Di antara deretan merk jeans produk asing, ternyata ada beberapa merk celana jeans yang dijahit di Sragen.

Ya, ada dua merk jeans kenamaan produksi Amerika Serikat atau USA dan Germany atau Jerman yang ternyata proses penjahitannya ada di Sragen.

Dua merk jeans yang dijahit di Sragen itu adalah Gap asal USA dan Tom Tailor dari Jerman.

Proses penjahitan produk jeans itu ternyata ditangani oleh sebuah perusahaan bernama PT Delapan Jaya Group yang berlokasi di Sragen.

“Iya, selama ini kami memang melayani jasa potong dan jahit untuk produk-produk jeans merk branding dari luar negeri. Selama ini ada dua branding jeans dari luar negeri yang dijahitkan di perusahaan kami. Yaitu merek Gap dari Amerika dan Tom Tailor dari Jerman,” papar Direktur Utama PT DJP, Alan Darma Saputra Koeshendro saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (27/10/2019).

Baca Juga :  Bicara Virus Corona, Mantan Bupati Sragen Ini Sebut Orang Positif Corona Kadang Bisa Terlihat Sehat. Dekan UMM Malang Ingatkan Jangan Merasa Dekat dengan Tuhan Lalu Abai!

Dirut berusia 27 tahun itu menguraikan kerjasama dengan pemilik brand, jeans asal Jerman dan Amerika itu sudah berlangsung beberapa tahun lalu.

Sistemnya, dari owner atau perusahaan  pemilik brand tersebut memasok bahan jeans ke PT Delapan Jaya Group Sragen.

Kemudian di PT DJG kemudian memproses potong dan jahit menjadi produk celana hingga proses packing sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi yang ditentukan.

Proses potong dan jahit ditangani di dua anak usaha PT DJG yakni PT Delapan Jaya Perkasa dan Delapan Jaya Garmindo.

“Perbulan kita bisa produksi 50.000 pieces untuk dua merek asing itu. Kalau dengan order lokalan semua bisa 80.000 pieces per bulan. Dari kami, nanti pemilik brand baru mengedarkan ke mall-mall atau departemen store yang menjual produk-produk tersebut,” terang Alan.

Selain dua merek asing itu, selama ini pabriknya juga menangani kerjasama produksi sejumlah jeans merek kondang lainnya seperti Emba dan Nevada.

Baca Juga :  Darurat Wabah Corona, Kades dan Perangkat Desa Jetak Sragen Sampai Keliling Imbau Warga Lakukan Social Distancing. 42 RT Dibantu Anggaran Untuk Semprot Desinfektan Serentak

Alan menyampaikan proses jasa potong dan penanganan semua produk di pabriknya melibatkan sekitar 600 karyawan tetap dan tidak tetap.

Ia mengakui, banyaknya orderan dari pemilik brand-brand kondang luar negeri itu tak lepas dari komitmen kuatnya untuk terus menjaga kualitas.

“Kalau kualitasnya bagus, kami yakin nanti semua akan mengalir. Itu kuncinya. Dan yang terpenting, bagi kami apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi orang lain misalnya mempekerjakan 600 masyarakat Sragen. Jadi tidak melulu profit oriented,” tandasnya. Wardoyo