JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tertampar Insiden Bendera HTI, Puluhan Siswa SMKN 2 Sragen Langsung Berfoto  Pakai Bendera Merah Putih  

Puluhan siswa anggota Rohis SMKN 2 Sragen bersama guru pembina saat berfoto bersama dengan bendera merah putih, Jumat (18/10/2019) petang. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Puluhan siswa anggota Rohis SMKN 2 Sragen bersama guru pembina saat berfoto bersama dengan bendera merah putih, Jumat (18/10/2019) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden pose foto dengan bendera identik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh sejumlah siswa di SMKN 2 Sragen yang viral beberapa waktu terakhir menampar sekolah tersebut.

Mereka pun langsung berupaya membangkitkan kembali keterpurukan itu dengan melakukan kegiatan foto ulang dengan memnentangkan bendera, Jumat (18/10/2019) petang.

Namun, kali ini bendera yang dibentangkan bukan bendera berdasar warna hitam dengan kalimat tauhid seperti yang beredar di medsos. Akan tetapi mereka berfoto dengan bendera merah putih berukuran besar.

Pembina Rohis SMKN 2 Sragen, Wera Marhento Putro mengatakan kegiatan itu sengaja dilakukan untuk memperlihatkan kepada masyarakat kecintaan terhadap NKRI. Hal itu juga sekaligus menepis anggapan dan kekhawatiran anak-anak terpapar paham radikal.

Baca Juga :  3 Tugu PSHT Sragen Kembali Dirusak, Malam Ini Pengurus Cabang Langsung Kumpulkan 20 Ketua Ranting Gelar Rapat. Serukan Semua Warga Tidak Terprovokasi dan Menahan Diri!

Kepada wartawan, Wera secara khusus meminta maaf kepada masyarakat atas adanya polemik yang timbul akibat viralnya foto pembentangan bendera identik HTI oleh siswa SMKN 2 Sragen beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itu terjadi bukan atas kesengajaan.

Akan tetapi karena kekurangpahaman anak-anak bahwa bendera tersebut identik dengan bendera ormas terlarang.

“Mohon maaf atas kepolosan kami. Kami murni tidak tahu. Yang kami tahu itu tulisan Laa Illaha Illalah. Tidak ada yang tahu ada hubungan dengan radikalisme,” jelasnya.

Baca Juga :  Cerita di Balik Temuan 2 Mahkluk Jenglot Yang Gemparkan Sragen. Air di Sekitarnya Mendadak Seperti Mendidih, Warga Sempat Ketakutan Tak Ada Yang Berani Mengambil

Insiden pembentangan bendera merah putih itu juga sebagai tindaklanjut arahan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang pagi hari tadi menyempatkan hadir memberi pembinaan ke siswa di SMKN 2.

Di hadapan puluhan siswa anggota rohani islam (Rohis), bupati memang sempat meminta agar para siswa mengimbangi dengan membuat foto bersama dengan bendera merah putih yang besar. Wardoyo