JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Workshop di KB/TK Sinar Kasih: Jangan Paksa, Setiap Anak Punya Talenta Masing-masing

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekitar lima puluhan orang tua murid KB/TK Sinar Kasih, Nusukan, Solo antusias mengikuti Workshop & Parenting Memrogram Anak untuk Masa Depan Hebatnya, di kompleks GKJ Nusukan, Solo, Jumat (25/10/2019) pagi.

Workshop terselenggara berkat kerja sama 8Aksara,  PIES Power, Mind Energy dan KB/TK Sinar Kasih Surakarta.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala KB/TK Sinar Kasih, Sutarti mengatakan, setiap anak ditakdirkan memiliki talenta masing-masing.

Oleh keunikannya tersebut, Sutarti meminta orang tua tidak memaksakan kehendak kepada anak-anak. Namun, ia berharap orang tua sabar menggali potensi dalam diri anak dan mengelolanya dengan baik.

Dia juga meminta orang tua tidak memaksakan pikiran orang dewasa kepada anak-anak, karena hal itu justru akan membunuh keberanian, kreasi, potensi dan imajinasi anak.

Ia mencontohkan, seorang anak yang menggambar pesawat terbang berupa garis kecil, tak boleh dicela atau disalahkan.

“Karena apa, imajinasi anak justru hidup lewat gambar yang sederhana itu. Lebih baik orangtua mengatakan,  ‘besok gambarkan bunda pesawat yang lebih besar ya’,” ujar Sutarti.

Baca Juga :  Sambut Event Prabangkara Awards 2020, Civitas Akademika FSRD ISI Siapkan Profil Karya Terbaik Mahasiswa

Di akhir sambutannya, dia menegaskan bahwa setiap anak membawa potensinya masing-masing. “Tapi ingat, jangan suka mbela-mbelain anak di depan orang banyak,” ujarnya.

Workshop saat itu terbilang unik, karena bersamaan dengan anak-anak sekolah. Saat anak-anak diasuh para guru, orang tua mengikuti kegiatan.

Suasana workshop pun berlangsung dengan sangat cair bahkan terkesan lucu. Ketika istirahat sekolah, serombongan anak-anak kecil ikut masuk mencari ayah ibunya di lokasi workshop.

Salah satu narasumber, Albert Rich dari Mind Energy mengatakan, setiap anak memiliki tiga tipe belajar, yakni tipe visual, tipe auditory dan tipe kinestetik.

Albert Rich dari Mind Energy di depan peserta workshop / Joglosemarnews

Orang tua harus bisa mengenali tipe belajar anak tersebut agar dapat memaksimalkan proses belajar anak. Ia mengatakan, penanganan yang tepat akan menghasilkan output yang bagus.

Albert mencontohkan, anak yang memiliki tipe belajar kinestesik, dapat menerima pelajaran sembari bergerak secara dinamis.

Baca Juga :  Kemendikbud Tunjuk SD Muhammadiyah PK Kottabarat Pendampingan Kurasi Kurikulum

“Entah itu memanjaat jendela, bermain-main atau kegiatan yang lain. Karena itu, menjumpai anak seperti ini, jangan dipaksakan anak belajar sambil duduk rapi. Justru materi pelajaran tidak bisa masuk,” ungkap Albert.

Begitu pula dengan tipe belajar anak yang lain. Tipe auditory adalah tipe anak yang bisa belajar sembari mendengarkan musik, lalu tipe visual, anak akan lebih mudah menerima materi pelajaran dengan gambar.

Sementara itu, Didik Kartika selaku narasumber dari PIES menjelaskan, metode PIES dirancang khusus untuk menghasilkan secara akurat peta potensi seseorang.

Melalui metode PIES dengan tes potensi diri, dapat diketahui bakat, kecerdasan dasar, sifat dan karakter anak.

“Ini penting agar orang tua mendidik dan mengarahkan anak sesuai dengan kondisi genetikanya, sehingga mengurangi faktor coba-coba. Buat anak kok coba-coba,” ujar Didik, mengutip sebuah iklan di televisi. suhamdani