loading...
Loading...
Anggota DPRD Sragen dari Fraksi PKB, Hariyanto saat meninjau Jembatan Gilirejo Baru, Miri yang masih terbengkalai akibat terjangan banjir sejak April 2019 dan hingga kini belum ada tindaklanjutnya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM DPRD Sragen mendesak Pemkab melalui dinas terkait segera turun tangan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Gilirejo Baru di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri.

Pasalnya sejak hancur diterjang banjir April 2019 silam, hingga kini hampir tujuh bulan berjalan, belum ada tanda-tanda jembatan vital antar desa itu bakal dibangun.

Desakan itu dilontarkan anggota DPRD dari Fraksi PKB Sragen, Hariyanto, Selasa (5/11/2019) usai mengecek kondisi jembatan tersebut.

“Sangat memprihatinkan. Sejak putus tujuh bulan silam, sampai sekarang belum ada perbaikan. Warga di tiga dukuh yakni Plosorejo, Pelem Binatur dan Gondang Legi, sampai sekarang masih terisolasi. Akses transportasi masih lumpuh karena hanya jembatan darurat sesek saja yang dibuat warga untuk akses sementara,” papar Hariyanto di sela mengecek jembatan putus tersebut.

Ia menguraikan saat ini ada ratusan warga di tiga dukuh itu yang terimbas. Aksea transportasi dan ekonomi sangat terganggu lantaran mobil tak bisa lewat.

Jembatan darurat yang dibuat warga dari bambu, tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Sehingga akses mobilitas warga dan perekonomian juga terhambat. Legislator asal Dapil Tanon, Sumberlawang, Miri itu menyayangkan  Pemkab yang sangat lamban dalam menyikapi kondisi jembatan Gilirejo Baru itu.

Baca Juga :  Manajer PT DMST Sragen Beberkan Kondisi Kelesuan Ekonomi Dampak Pasar Bebas. Produksi Terpaksa Dikurangi Hingga 30 %, Buruh Pun Harus Diaplus 

“Sampai tujuh bulan belum ada bantuan dari Pemerintah Kaebupaten untuk membangun. Jembatan darurat pun dari bambu dan yang membuat gotong royong waga. Tapi itu pun hanya bisa buat lewat jalan kaki dan sepeda motor,” tuturnya.

Foto/Wardoyo

Menurutnya kondisi jembatan darurat itu juga berbahaya jika memasuki musim penghujan. Sebab dengan konstruksi hanya bambu, akan sangat rentan ambrol jika sewaktu-waktu diterjang debit sungai yang meluap.

Desakan pembangunan jembatan Gilirejo Baru itu juga banyak disampaikan warga setempat.

“Banyak warga yang meminta agar pemkab segera membangunkan jembatan itu. Harapan kami, kalau bisa segera dibangun di 2019 dengan dana tak terduga karena sifatnya ini darurat. Kalau harus nunggu 2020, terlalu lama. Kasihan warga, anak sekolah yang harus terisolasi berbulan- bulan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Jembatan Gilirejo Baru, Miri itu mendadak ambrol dan runtuh diterjang luapan sungai pada medio April 2019 lalu.

Warga dan anak sekolah terpaksa harus memutar 6 kilometer melewati Kemusu, Boyolali agar bisa keluar dari dukuhnya.

Baca Juga :  Judi Kiu-kiu di Rumah Licin Kedawung Digerebek Polisi. Empat Tersangka dari Sragen dan Karanganyar Dijebloskan ke Bui 

“Memang jembatan ini jadi jalur utama para siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah,” terang Kepala Dusun (Kadus) 1 Desa Gilirejo Baru Juyanto.

Selain siswa, jembatan putus itu juga berdampak pada aktivitas para petani. Sebab mereka juga harus memutar melalui jalur lain jika berangkat ke sawah.

“Harapan kami dan warga, semoga pemerintah segera menindaklanjuti kejadian ini. Karena anak-anak sekolah dan perputaran ekonomi warga tergantung dengan jalur tersebut. Yang jelas ini nanti ekonomi warga terganggu akibat putusnya jembatan ini,”  ujar Juyanto.

Sayangnya, pihak Kepala DPU Marija belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi wartawan belum merespon maupun memberikan keterangan. Wardoyo

Loading...