JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Memilukan, Korban Tewas Kecelakaan Maut Kereta Joglosemar Kerto di Gemolong Ternyata Baru Pulang Kulakan

Kondisi mobil pikap yang ringsek digasak kereta Joglosemar Kerto, di perlintasan Ngebuk, Gemolong, Sragen, Rabu (6/11/2019). Foto/Wardoyo
Kondisi mobil pikap yang ringsek digasak kereta Joglosemar Kerto, di perlintasan Ngebuk, Gemolong, Sragen, Rabu (6/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kecelakaan maut di perlintasan kereta api tanpa palang Dukuh Ngebuk, Kelurahan Kwangen, Gemolong, Sragen, Rabu (6/11/2019) siang menyisakan cerita memilukan. Korban tewas yakni  pengemudi mobil Pikap Grand Max yang diterjang kereta api Joglosemar Kerto, ternyata baru pulang dari kulakan.

Pengemudi Grand Max AD 1885 YP bernama Sugeng (40) itu diketahui berprofesi sebagai penjual snack. Warga Dukuh Sendang Boto RT 21, Soko, Miri itu tewas mengenaskan seusai terpental hampir lima meter dari mobilnya.

“Ceritanya tadi baru pulang dari kulakan. Dia mau pulang ke rumahnya di Soko, Miri. Kerjanya jualan makanan ringan,” ujar Suratman (48) saksi mata warga Dukuh Candirejo, RT 15, Kelurahan Kwangen, Gemolong, Sragen, ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

Berdasarkan keterangan tetangga korban, korban selama ini berprofesi pedagang makanan ringan atau snack.

Kadang dagangan snack disetorkan ke toko-toko, tapi juga dijual di kios kelontong di rumahnya.

Dari pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , mobil pikap warna biru yang dikemudikan korban ringsek dan terbalik. Di dalam mobil terlihat penuh dagangan makanan ringan. Namun kondisinya remuk lantaran mobil ringsek usai digasak kereta besi tersebut.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.25 WIB. Menurut saksi mata, kecelakaan bermula ketika mobil Grand Max melaju dari Gemolong hendak pulang ke Soko, Miri.

Sampai di perlintasan Ngebuk yang agak menanjak, mobil langsung menyeberang. Nahas, saat berada tepat di atas perlintasan, dari arah selatan melaju kereta Joglosemar Kerto jurusan Solo-Purwokerto.

Baca Juga :  Kecelakaan Hebat Depan Samsat Sragen, Truk Remuk Gasak Truk Ngerem Mendadak. Sopir dan Kernet Luka Parah, Truk Biang Kecelakaan Malah Kabur dari Tanggungjawab

Karena jarak sangat dekat, tabrakan hebat pun tak terelakkan. Kereta menghantam mobil cukup keras hingga mobil terseret dan terpental.

“Suaranya keras sekali. Ada yang tahu dan sempat diteriaki tapi nggak dengar. Mobil mbablas naik dan sampai di tengah rel sudah langsung disambar kereta dari selatan. Yang meninggal satu orang, sopir Grand Max. Di dalam mobil cuma sopir saja,” timpal Zaidi, Babinsa Kwangen yang juga di lokasi kejadian.

Sesaat setelah kejadian, tim Polsek Gemolong langsung terjun ke lokasi. Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra mengatakan satu korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke rumah sakit. Saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo