loading...
Loading...
Tim gabungan dan warga saat bergotong royong membersihkan puing reruntuhan rumah warga Plupuh yang ambruk diterjang puting beliung, Sabtu (9/11/2019) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Hujan deras bercampur angin puting beliung kembali menerjang Kecamatan Plupuh, Sabtu (9/11/2019) petang. Dua rumah dan peternakan hancur rata dengan tanah serta tiga rumah lainnya rusak parah akibat musibah itu.

Tak hanya itu, satu warga juga menjadi korban setelah tertimpa bangunan yang roboh.

Data yang dihimpun di lapangan, angin berkecepatan tinggi itu menerjang  sekitar pukul 15.50 WIB. Menurut keterangan warga, angin menerjang bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur tadi sore.

Angin kecepatan tinggi kemudian mengakibatkan kerusakan di beberapa titik.

Berdasarkan hasil pendataan di PSC 119 dan PMI Sragen, total ada empat rumah yang rusak dan satu peternakan yang roboh.

Masing-masing rumah milik Ngadimin warga Plupuh RT 3, Plupuh, Sragen yang ambruk rata tanah. Kemudian milik Didit, warga Dukuh Dungus, RT 13, Plupuh, Sragen, kemudian rumah milik Joko Sukimin warga Kembangan RT 25, Plupuh.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut di Tangkil Sragen, Mobil Panther Gasak Pemotor Hingga Tewas. Diawali Hujan Deras Lalu.... 

Selain itu ada kandang peternakan ayam yang roboh. Masing-masing milik Purwanto (44) warga Dukuh Getas RT 15, Plupuh, Sragen dan kandang ayam berikut dapur milik Wagnyo warga Dukuh Jarak RT 17, Plupuh.

Satu warga yang menjadi korban adalah Purwanto (44) yang tertimpa reruntuhan bangunan. Beruntung dia masih bisa terselamatkan meski mengalami patah tulang.

“Korban atas nama Purwanto mengalami fraktur tulang belakang dan langsung dievakuasi ke RS Karima Utama Kartasura,” papar Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi, Sabtu (9/11/2019) malam.

Foto/Wardoyo

Ia menguraikan terjangan angin juga merobohkan pohon di Jl. Masaran – Gemolong Km 4, Desa Ndari, Kecamatab Plupuh, Sragen. Kemudian menerjang beberapa rumah di kecamatan Plupuh dan Masaran.

“Rumah yang roboh terbuat dari bahan kayu, dikarenakan bangunan yang sudah lapuk dan tidak dihuni,” tuturnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Jenazah Pengunjung Kemukus Yang Tewas Usai Kencan, Ditemukan Dalam Posisi Nungging 

Camat Plupuh, Marno membenarkan musibah angin puting beliung tersebut.

Dari hasil pengecekan, ada satu rumah warga yang roboh milik Ngadimin warga Plandan, Plupuh. Rumah yang roboh berukuran 8×12 meter dan meja kursi rusak.

“Kerugian sekitar Rp 25 juta. Tapi rumah dalam kondisi kosong tidak dihuni. Tadi begitu kejadian, langsung dilakukan kerja bakti membersihkan puing reruntuhan oleh TNI Polri, warga, perangkat desa, Muspika dan BPBD. Rencananya bangunan akan didirikan lagi,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...