Beranda Daerah Solo SPBU Tak Bisa Lagi Sembarang Jual Pertalite Dalam Jeriken

SPBU Tak Bisa Lagi Sembarang Jual Pertalite Dalam Jeriken

Ilustrasi mengisi BBM. Tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para penjual bensin eceran yang notabene banyak menjual BBM jenis pertalite akhir-akhir ini banyak mengeluh tentang kesulitan mereka mendapatkan BBM non subsisi tersebut untuk dijual eceran. Pasalnya, mereka memgaku setiap SPBU menolak menjual pertalite dalam jeriken.

Sepertj dialami salah satu penjual bensin eceran, Muhammad (35). Menurutnya, sudah sekitar satu bulan belakangan ini dirinya tidak bisa lagi membeli pertalite dalam jeriken. Untuk itu, dirinya beralih membelu pertamax untuk dijual eceran sekitar dua pekan terakhir.

“Mau tidak mau menjual pertamax. Sempat tidak berjualan sekitar sepekan lebih karena sama SPBU tidak boleh kulakan pertalite. Tapi banyak juga langganan menanyakan kenapa tidak jual bensin lagi. Akhirnya beli pertamax,” ujarnya, Senin (4/11/2019).

Terkait hal itu, Senior Supervisor Communication & Relations MOR IV PT Pertamina (Persero), Arya Yusa Dwicandra mengatakan, sesuai dengan Perpres 191 Tahun 2014, pembelian Pertalite menggunakan jeriken yang dilarang adalah yang tidak disertai rekomendasi dari dinas terkait untuk kebutuhan tertentu. Seperti pertanian, perikanan, usaha mikro/kecil.

Baca Juga :  Jadi Saksi Fakta Sidang CLS, Mantan Wakapolri Sebut Foto Ijazah Jokowi Berbeda dengan Aslinya

Latar belakang diaturnya pembelian jerigen tersebut, lanjut dia, dikarenakan banyaknya keluhan konsumen yang merasa terganggu dengan kegiatan pengisian jerigen tanpa rekomendasi. Dan kemungkinan untuk dijual kembali. Selain itu dikarenakan faktor safety, atau keamanan dari bahan jerigen itu sendiri

“Intinya SPBU merupakan lembaga penyalur terakhir penjualan BBM dari produsen yaitu pertamina kepada konsumen. Artinya, sebenarnya kalau dari Peraturan Presiden tersebut tidak untuk dijual kembali,” paparnya.

Arya menegaskan, untuk produk Pertamax selama antrean di SPBU tidak terlalu panjang, justru pedagang pengecer diperbolehkan melakukan pembelian menggunakan jerigen.

“Sebenarnya secara aturan tetap tidak diperbolehkan membeli BBM dengan jerigen tanpa rekomendasi. Tapi kami juga melihat sisi sosial kebutuhan masyarakat, artinya secara bertahap kami akan mengedukasi mengenai safety jeriken tersebut,” tukasnya. Triawati PP

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.