JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kekeringan Sragen 2019 Terparah Dalam Beberapa Tahun Terakhir. Jumlah Droping Air Capai 35 Juta Liter, Naik 300 % 

Sugeng Priyono. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sugeng Priyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Krisis air bersih dampak kemarau panjang tahun 2019 di Sragen menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu ditandai dengan jumlah bantuan air bersih yang digelontorkan ke wilayah kekeringan yang mengalami lonjakan 300 persen dari tahun lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono, Selasa (5/11/2019).

Ia mengatakan hingga kini, jumlah total droping yang digelontorkan sudah mencapai 5.523 tangki.

Jika dikalkulasi, total volume air yang dibantukan ke warga di wilayah kekeringan mencapai 35 juta liter.

Jumlah itu melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan penyaluran bantuan kekeringan tahun lalu.

Baca Juga :  Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Plupuh, Kasat Lantas Sragen Ungkap Kondisi Sopir Truk Saat Gasak Bocah dan Ibu Anak Hingga Tewas di Plupuh

Menurut catatannya, tahun lalu droping air bersih pada musim kemarau tercatat sebanyak 1.950 tangki.

Berdasarkan data BPBD Sragen, hingga hari ini tadi, (Selasa, 5/11/2019) jumlah bantuan air bersih yang disalurkan melalui BPBD mencapai 1.069 tangki, lantas dari PDAM 1.399 tangki, dan PMI 491 tangki, sedangkan bantuan pihak swasta sebanyak 2.564 tangki.

“Jadi dari empat stakeholder tadi, kendali droping air ada di BPBD. Dari catatan kami, hingga hari ini sudah tersalur 5.523 tangki atau sekitar 35 juta liter air bersih. Ada lonjakan jumlah hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, saat ditemui di kantornya, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga :  Ini Identitas 2 Korban Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo, Asal Gemolong dan Sumberlawang, Polisi Masih Selidiki Truk yang Kabur

Sugeng menguraikan lonjakan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya cakupan kekeringan yang lebih luas dibanding tahun lalu, serta tingkat suhu udara yang lebih panas.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Sragen, Supardi mengatakan selama ini kegiatan droping air bersih memang sudah satu pintu dilaporkan ke BPBD.

Untuk PDAM memang terus melayani droping selama permintaan masih masuk. Saat ini, permintaan droping dari wilayah kekeringan masih jalan.

“Ini skedulnya masih sampai tanggal 10 November masih penuh,” tukasnya. Wardoyo