loading...

JAMBI, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Enam orang penambang emas tanpa izin (PETI) alias penambang emas liar bernasib tragis tertimbun longsoran tanah.

Satu orang bernama Yusuf (35) berhasil dievakuasi dalam keadaan tewas, yang lain masih tertimbun longsor. Sementara itu, beberapa rekan mereka justru kabur.

Peristiwa itu terjadi di Desa Pulau Baru, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin. Lokasi kajadian jauh dari pemukiman warga.

Warga setempat baru heboh dan mengetahui kejadian itu pada sore hari. Dari keterangan warga, di lubang PETI tersebut bukan hanya enam orang itu saja.

Informasi yang diperoleh, ada sekitar 30 orang pekerja. Namun sesaat ketika kejadian, semuanya melarikan diri.

“Puluhan pekerja itu melarikan diri. Hanya sedikit yang menolong korban,” katanya lagi.

Belum mau terbuka

Kapolres Merangin, AKBP M Lutfi, turun ke lapangan untuk mendalami informasi. Di sana polisi kesulitan untuk mendapatkan informasi mendalam terkait peristiwa itu.

“Saya tadi ke TKP, masih cari info. Masyarakat masih belum mau terbuka,” kata Kapolres Merangin, AKBp M Lutfi.

Kejadian ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya di Kabupaten Merangin, bahkan beberapa bulan lalu juga pernah terjadi.

Satu korban jiwa melayang di PETI yang bekerja di kawasan Muaro Siau.

Untuk kejadian kali ini, enam orang nyawa sudah diprediksi melayang, sebab satu orang yang berhasil dievakuasi yaitu Yusuf (35) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Berikut nama-nama korban yang tertimbun, Yusuf (sudah ditemukan), Jegek, Dosol, Dedok, Eko dan Danang.

Kelima orang yang belum ditentukan ini merupakan warga Pati Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun, pekerja dari Jawa ini merupakan bawaan pemilik PETI yang juga sama-sama dari daerah setempat, dia adalah Wawan.

Kabarnya Bagong ini merupakan Warga Muaro Bungo, Provinsi Jambi.

Dugaan sementara, musibah longsor PETI itu diduga akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan kontur tanah menjadi labil dan terjadilah longsor.

Saat ini, Polres Merangin dan Kodim 0420/Sarko sedang mendalami identitas korban dengan mencari bos PETI atas nama Wawan dan Bagong yang sudah melarikan diri.

Pencarian dihentikan sementara
Pencarian lima korban PETI yang masih tertimbun dihentikan sementara.

Petugas yang turun kelokasi tidak bisa berbuat banyak, apalagi kondisi malam seperti ini.

Selain itu, kedalaman lubang juga menjadi kendala.

Informasinya, kedalaman galian PETI jenis dompeng tersebut mencapai 15 meter.

Kapolsek Bangko IPTU Chandra Kirana membenarkan adanya informasi dalam kejadian itu menelan enam korban.

Saat itu satu korban berhasil dievakuasi, namun kondisinya sudah meninggal dunia.


“Baru ditemukan satu orang, diduga ada 6 orang kawannya lima masih tertimbun karena korban tertimbun sedalam sekitar 15 meter,” jelas Kapolsek Bangko Iptu Candra Kirana.

Kata Kapolsek, evakuasi korban dalam timbunan dihentikan karena cuaca hujan, dan saat ini pihak polisi masih menunggu pimpinan dan informasi keadaan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Pencarian dilanjutkan besok hari dan akan menurunkan alat berat, medan jalannya juga buruk, diperkirakan jarak dari jalan utama ke TKP sekitar satu kilo setengah, tadi saya ke lokasi bersama kabag Operasional dan Kapolres juga di sana,” imbuhnya.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Usai Tenggak Miras, Pria Ini Telanjang Bulat di Rumah Kos dan Menyergap Salah Satu Penghuni Kamar