JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Geger Warga Temukan Granat Nanas Diduga Peninggalan Zaman Perang Jepang

Foto/Humas polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di Desa Sumberadi digegerkan dengan temuan granat nanas. Bahan peledak itu ditemukan warga saat melakukan kerjabakti membersihkan saluran irigasi desa setempat.

Penemuan benda yang diperkirakan masih dapat meledak itu kali pertama ditemukan oleh Miftahudin (45) saat ia bersama warga setempat melakukan bersih-bersih irigasi.

Benda yang diperkirakan adalah peninggalan perang dunia itu, oleh warga segera dipindahkan ke tempat yang aman di bawah pohon pisang pekarangan milik Jumadi.

Baca Juga :  Edukasi Protokol Kesehatan, Pegiat Seni di Wonosobo Gelar Pertunjukan Drama

Selanjutnya baru dilaporkan ke Polsek Kebumen sekira pukul 19.30 WIB, Jumat (21/12/2819).

“Setelah kita datang ke TKP, kami langsung memasang garis polisi. Benda itu sudah berkarat dan dililit kawat. Saat ini sudah diamankan,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Kebumen AKP Hari Harjanto dilansir Tribratanews Polda Jateng.

AKP Hari mengatakan, dalam waktu dekat granat itu akan dilakukan pemusnahan supaya tidak membahayakan.

Dikutip dari Wikipedia, granat tangan, granat genggam, atau granat nanas adalah bom yang digenggam dan dilemparkan dengan menggunakan tangan.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Pengaruhi Indeks Kerawanan Pemilu di Kabupaten Semarang

Istilah granat ini berasal dari bahasa Prancis Kuno dari kata (pome) grenate (pomegranate: buah delima), buah yang ukurannya mirip dengan granat genggam versi awal, dan karena kandungan serpihan granat tangan juga mirip dengan biji dalam buah itu.

Granat ini sering digunakan dalam situasi pertempuran ataupun peperangan. Diperkirakan granat nanas itu merupakan peninggalan zaman penjajahan Jepang. JSnews