JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Miris, 4 Pendekar PSHT Tersangka Pengeroyokan di Mojogedang Sebagian Ternyata Masih Pelajar. Kapolres Ungkap Pelaku dan Korban Sempat Saling Ejek

Para tersangka saat diamankan di Mapolres Karanganyar. Foto/Wardoyo
Para tersangka saat diamankan di Mapolres Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Insiden keributan berbuntut pengeroyokan yang melibatkan dua kubu warga perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) di di ajang hajatan warga di Mojogedang, Karanganyar, Selasa (24/12/2019) malam, menyisakan cerita miris.

Pasalnya dari empat pendekar yang ditetapkan sebagai tersangka, sebagian diketahui masih berstatus pelajar. Dari empat pelaku masing-masing AP, AF, SP dan DM, hanya satu orang yang senior atau berusia di atas umur.

“Yang lainnya usia masih remaja 18 tahun dan berstatus pelajar. Yang satu senior usia 32 tahun,” papar Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi kepada wartawan di Mapolres kemarin.

Kapolres menguraikan keempat tersangka diamankan setelah mengeroyok dua warga PSHT beda kelompok berinisial AL dan PW saat di hajatan campursari warga.

Baca Juga :  Awas, Tim Penindakan Terbentuk, Warga Karanganyar Tak Boleh Lagi Sepelekan Prokes. Nekat Gelar Acara Kerumunan, Bupati Sebut Bisa Dibubarkan Paksa!

Menurut hasil pemeriksaan, sebenarnya antara korban dan tersangka itu saling tahu tapi tidak kenal dekat.

Kapolres menyebut antara mereka bahkan sudah sering bertemu. Mereka adalah sesama pendekar namun beda perguruan.

“Sering nongkrong bareng, tapi karena pengaruh miras tadi, salah satu pemicunya. Kalau sudah minum itu kan mereka akan lupa diri, ada stimulan akan menyebabkan emosi,” terang Kapolres.

Saat kejadian, kedua korban kebetulan mengenakan kaos dengan gambar atribut perguruan silat mereka. Hal itulah yang diduga makin memicu pelaku emosi dan kemudian mengeroyok para korban.

Kapolres juga menyampaikan, sebelum pengeroyokan terjadi, antara kedua kubu sempat saling ejek.

Baca Juga :  Kelewat Ugal-Ugalan, Cewek ABG Anggota Perguruan Silat di Karanganyar Ditilang Polisi. Sudah Gleyer-Gleyer Mobil Hingga Nyaris Tabrak Mobil Patwal, Ternyata STNK Diblokir dan Tak Punya SIM

Ia menambahkan pihaknya sangat menyayangkan insiden keributan sesama PSHT yang berujung jatuhnya dua korban tersebut.

Terlebih, insiden itu terjadi di malam Natal yang dinilai harusnya semua menjaga kedamaian.

“Kami sayangkan karena insiden itu terjadi di malam Natal yang harusnya damai. Ini malah terjadi di hajatan,” papar Kapolres.

Ia juga meminta agar kejadian itu bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Termasuk kepada jajaran kepolisian yang ada di lokasi hajatan, ia meminta agar berani menegur apabila mendapati ada gelagat yang sudah mengarah pada tindakan tidak kondusif atau memancing keributan.

“Saya harapkan teman-teman kepolisian harus berani menegur supaya tidak terjadi perkelahian,” tegas Kapolres. Wardoyo