JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Resmikan UPK, Bupati Karanganyar Akui Angka Kemiskinan Masih 80.000 Jiwa. Ini Kriteria Pendapatan Minimal Yang Bisa Disebut Miskin! 

Foto/Humas
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, pada hari Selasa, mengakui jumlah warga miskin di Karanganyar masih tinggi. Menurutnya, berdasarkan data, jumlah warga miskin masih 80.000 jiwa.

Hal itu diungkapkan saat meresmikan gedung UPK Kecamatan Mojogedang yang berada di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang kemarin.

Gedung UPK itu dibangun menghabiskan dana sekitar Rp 1,6 miliat dengan luas 712 m².

Baca Juga :  5 Tahun Tak Dinaiki, Sebuah Mobil BMW Mulus Warga Wonogiri Mendadak Langsung Terbakar Hebat Saat Dibawa Ke Bengkel Karanganyar

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa nanti pada tahun 2020, pemkab akan fokus memperkecil jumlah orang miskin. Karena data kemiskinan di Kabupaten Karanganyar masih tinggi yakni 80.000 jiwa.

Menurut BPS, definisi orang miskin adalah orang yang pendapatan dalam sebulan masih kurang dari Rp 340.000 rupiah.

“Mulai Januari, saya akan turun ke daerah membentuk kelembagaan,” ujar Juliyatmono.

Baca Juga :  Raperda Pemakaman di Karanganyar,  Fraksi PKS Minta Ada Pengaturan Pengawalan Jenazah, FPKB Minta Retribusi dan Layanan Diatur Lebih Jelas!

Kelembagaan yang dimaksud antara lain posyandu, posbiru, dasawisma dan lainnya.

Jika semua warga bisa bekerja bersama, maka akan menekan angka kemiskinan Termasuk pelaku UPK eks-PNPM Binaan Dispermades.

Juliyatmono berharap gedung UPK Mojogedang yang baru ini bisa memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga. Demikian Diskominfo. Wardoyo