JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

2 Kecamatan Miskin Penghargaan Adiwiyata, Bupati Sragen Sebut Kepala Sekolah Berprestasi Harus Siap Dipindah ke Sekolah Yang Belum Maju

Bupati Sragen saat meninjau SMAN 1 Sragen yang meraih penghargaan adiwiyata nasional. Foto/Wardoyo

IMG 20200130 WA0013
Bupati Sragen saat meninjau SMAN 1 Sragen yang meraih penghargaan adiwiyata nasional. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendorong semua sekolah di jenjang apapun untuk berlomba meraih penghargaan adiwiyata. Perhatian khusus diberikan kepada sekolah di dua kecamatan, Sambungmacan dan Gesi, yang belum pernah ada yang meraih adiwiyata.

Atas kondisi itu, ia pun mengatakan tak menutup kemungkinan memutasi kepala sekolah yang berprestasi ke sekolah yang dinilai tertinggal.

Langkah itu dilakukan sebagai salah satu cara mendorong agar sekolah belum maju bisa mengejar ketertinggalannya.

“Itu salah satu pertimbangan, mengapa kepala sekolah berprestasi saya rolling ke sekolah yang belum maju. Salah satunya ya agar bisa mendorong maju.
Mereka harus bisa membuat maju sekolah yang tertinggal,” ujarnya saat didaulat menyerahkan penghargaan Adiwiyata Nasional di SMAN 1 Sragen, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga :  Petani Sragen Menjerit, Alhamdulillah Bulog Jadi Penyelamat. Mulai Terjunkan Tim Keliling Serap Gabah Panen Petani di Sejumlah Kecamatan, Harga Rp 4.200 Perkilogram

Yuni berharap Kasek berprestasi harus menepis anggapan jika dipindah ke sekolah yang lebih jauh dan grade di bawahnya, adalah sebuah hukuman atau untuk membuang.

Akan tetapi sebaliknya, hal itu dimaksudkan untuk memberi tantangan agar Kasek berprestasi juga bisa menularkan kemampuannya mendongkrak sekolah yang belum maju.

“Bukan berarti kalau dipindah ke sekolah jauh itu dibuang. Justru itu tantangan agar mereka bisa membuat sekolah lain juga bagus. Kepala sekolah sangat berperan penting dalam prestasi yang didapatkan sekolah,” terangnya.

Pihaknya konsen pada sekolah yang belum bergerak dan sadar tentang adiwiyata agar segera berbenah. Terutama wilayah kecamatan Gesi dan Kecamatan Sambungmacan yang sama sekali belum ada yang meraih adiwiyata.

”Di tingkatan kabupaten saja ada yang belum ada. Ini kita dorong lagi supaya jaraknya dengan yang sudah mendapat tidak terlalu jauh,” terang Yuni.

Baca Juga :  Menengok Perjuangan Warga, Babinsa, Relawan BPBD hingga PSHT Berhasil Tuntaskan Pembangunan Tanggul Darurat di Desa Tangkil Sragen. Habiskan 2.200 Ban Bekas, 8 Hari Kerja Bakti, Berharap Tak Ada Longsor Lagi!

Pihaknya menyampaikan pada 2020 ini ada sembilan sekolah di Sragen yang mendapat Adiwiyata Nasional dan Mandiri.

Dari sembilan sekolah tersebut, yang hanya satu SMA dan satu SD sedang tujuh lainnya didapat sekolah tingkat SMP.

”Saya secara pribadi yang menyerahkan dan memberikan hadiah Adiwiyata, supaya bisa memacu sekolah lain melakukan hal yang sama,” terang Yuni.

Bupati tidak memungkiri masih banyak yang belum bergerak dan sadar untuk meraih adiwiyata. Dia menekankan sekolah yang sudah mendapat adiwiyata melakukan peningkatan.

Yang meraih adiwiyata nasional bisa meningkat ke adiwiyata mandiri. Lantas yang adiwiyata mandiri harus bisa meningkat lagi ke tingkat internasional. Wardoyo