JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Direstui Internal, Posisi Yuni Makin di Atas Angin. PDIP Tetap Yakin Parpol Lain Tak Akan Biarkan Lawan Kotak Kosong!

Untung Wibowo Sukowati
Untung Wibowo Sukowati

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kandidat petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati makin di atas angin untuk melenggang ke Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Sragen 2020 dari PDIP. Meski demikian, PDIP tak mau jemawa dan yakin jika nanti Yuni tidak akan melawan kotak kosong.

Langkah Yuni untuk beralih maju lewat PDIP makin di atas angin setelah hasil.rapat di internal pengurus PDIP, mayoritas mendukung Yuni sebagai balon bupati yang akan diusung PDIP.

“Kalau untuk cabup, mereka (PAC-PAC) menyebut Mbak Yuni. Tapi untuk wakilnya, setiap PAC ada suara masing-masing. Ada yang Joko Setiawan, Heru Waluyo, dan beberapa nama lain. Belum bisa mengerucut kalau untuk wakilnya,” papar Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati, didampingi Sekretaris DPC, Suparno kemarin.

Saat ini, Yuni juga diyakini memang menjadi calon dengan popularitas tertinggi. Hal itu tak lain lantaran status petahananya yang membuatnya punya modal sudah familiar terlebih dahulu di mata publik.

Baca Juga :  Heboh Video Viral Sepasang ABG Nekat Mesum dan Bercumbu di Alun-Alun Sragen pada Siang Bolong. Geregetan, Pemkab Bakal Pasang Kamera CCTV di Semua Pojok Alun-alun

Sementara hingga kini juga belum ada kandidat lain yang muncul dan menyatakan siap maju sebagai penantang.

Meski demikian, PDIP tetap meyakini jika nanti Pilkada Sragen tak akan lawan kotak kosong. Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati menyebut kemungkinan lawan kotak kosong amatlah kecil.

Sebab ia meyakini akan ada lawan yang nanti ikut berkompetisi di Pilkada Sragen 2020.

”Tidaklah kalau melawan kotak kosong, pasti nanti akan ada lawannya,” paparnya.

Menurut Bowo yang juga adik kandung Yuni, perolehan kursi partai-partai lain masih sangat memungkinkan untuk membentuk koalisi dengan mengusung calon.

Selain itu, karakteristik politik di Sragen dikenal dinamis dan selama ini tidak akan membiarkan petahana maju sendirian tanpa lawan.

Dia menyampaikan belum tahu calon bupati yang akan diajukan dari partai di luar PDIP. Hanya saja sudah mendengar ada calon yang mencoba mendaftar melalui jalur independen.

Baca Juga :  Sama Seperti Gibran, Cabup Petahana Sragen Juga Akui Punya Hutang Rp 1,5 Miliar Untuk Bayar Cicilan KPR. Ini Lokasi Rumah Kreditannya! 

”Untuk sekarang sebenarnya maju lewat independen jauh lebih sulit persyaratannya. Tidak hanya sekadar mengumpulkan KTP dukungan, tapi nanti juga akan diverifikasi apakah benar-benar mendukungbatau tidak,” ulasnya.

Sedangkan soal siapa yang akan ditunjuk dan mendapat rekomendasi PDIP dalam pilkada 2020, pihaknya tidak bisa menjawab. Lantaran keputusan pasangan calon bupati dan wakil bupati ada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Terpisah, Kordinator Lingkar Kajian Kebijakan dan Strategi Perubahan Sragen (Lintas) Syaiful Hidayat pada awak media mengklaim sudah bertemu sosok yang diklaim layak melawan petahana dalam pilkada mendatang.

Menurutnya, kandidat itu juga sudah dikomunikasikan oleh parpol di luar PDIP. Ia menyebut kandidat yang akan diusung nanti berlatar pendidikan profesor dan doktor dengan basic pengusaha serta asli kelahiran Sragen.

”Sudah ada dan partai-partai sudah mengerucut itu. Tinggal nunggu waktu dan momen tepat untuk dideklarasikan,” ujarnya. Wardoyo