Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Jangan Bilang Sudah ke Solo Jika Belum Mencicipi Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede

Dawet telasih Bu Dermi di Pasar Gede, Solo / lisa ariyani

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anda tengah berwisata ke Kota Solo? Belum lengkap rasanya melancong ke Kota Solo jika tidak berkunjung ke Pasar Gede Hardjonagoro.

Berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Jebres, Surakarta, pasar tradisional ini tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari saja.

Namun berbagai aneka jajanan tradisional ada di sini, termasuk kuliner tradisional. Salah satu kuliner yang cukukp terkenal di sini adalah Dawet Telasih Bu Dermi. Inilah dawet legendaris yang tak pernah sepi dari pembeli.

Dawet Telasih Bu Dermi ini sudah berdiri sejak lama dan saat ini sudah diteruskan oleh generasi ketiga. Meskipun hanya disediakan bangku sepanjang satu meter saja, tetapi para pembeli rela untuk antre bahkan ada yang minum sambil berdiri untuk dapat menikmati kesegaran dawet tersebut.

“Ini bukanya sudah lama, sudah tiga generasi. Buka dari jam 08.00-14.30 WIB. Kalo hari-hari biasa paling 250 porsi, ya paling naik turun. Kadang bisa lebih kadang bisa kurang. Tapi kalau hari-hari tanggal merah, Sabtu itu nambah,” tutur Utik, pemilik Dawet Telasih Bu Dermi.

Dawet Telasih Bu Dermi memiliki ciri khas tersendiri. Jika biasanya dawet isinya hanya cendol yang dicampur dengan santan dan juga gula, tapi berbeda dengan dawet yang satu ini.

Satu porsi Dawet Telasih Bu Dermi berisikan cendol, selasi, ketan hitam, sumsum, santan dan gula merah. Yang membuat Dawet Telasih Bu Dermi bisa bertahan hingga saat ini adalah kualitas rasa dan juga pengolahan bahan-bahan yang masih alami dan fresh.

“Soalnya kita memakai bahan-bahan alami semua, fresh semua jadi aman untuk dikonsumsi,” bebernya.

Utik mengatakan, cendol yang digunakan diberi pewarna dari daun suji, sementara selasi  berfungsi untuk memberi kesan dingin yang dipadu dengan ketan hitam manis.

“Sumsum ini gurih dan gula yang saya pake asli, tanpa campuran apa pun. Santan juga selalu fresh jadi baru marut,”  ujarnya.

Perpaduan rasa santan yang gurih bertemu dengan ketan hitam yang manis, merupakan kombinasi yang sangat cocok.

Apalagi bertemu dengan sumsum yang gurih dan juga selasi yang dapat menyegarkan tenggorokan dalam setiap suapannya.

Dawet telasih Bu Dermi yang bikin kangen / lisa ariyani

Rasa gurih dan manis yang tercampur memiliki kenikmatan tersendiri bagi para pembeli. Maka tak heran jika banyak pembeli yang rela antre bahkan minum sambil berdiri di tengah hiruk piruh suasana pasar yang ramai.

Pengunjung Dawet Telasi Bu Dermi bukan hanya datang dari Kota Solo saja, namun juga banyak yang berasal dari luar kota. Bahkan ada di antara mereka yang khusus datang ke Solo untuk mampir demi menikmati kesegaran Dawet Telasi Bu Dermi.

“Kalo saya sih baru pertama kali mencicipi Dawet Telasi Bu Dermi ini. Sebenernya tahu tuh karena udah sering banget ditayangin di TV udah banyak yang nyobain. Apalagi udah terkenal juga, terus menurut saya rasanya enak sih, beda dari yang lain. Kalo dawet yang pernah saya coba tuh cuma cendol, tapi ini ada cendolnya, ketan hitam, lalu bubur sumsum, dan juga ada biji selasi. Apalagi rasanya pas, manisnya juga pas, enaklah perpaduan santanya gurih menggunakan bahan-bahan alami jadi makin tenang lah kalo makan,” tutur Rinta (20), salah satu pembeli Dawet Telasih Bu Dermi.

Untuk mencicipi Dawet Telasih Bu Dermi ini cukup dengan membayar sebesar Rp 10.000 pembeli sudah bisa menikmati seporsi dawet yang nikmat dan menyegarkan.

Meskipun sudah sering ditayangkan di TV, tetapi pemilik Dawet Telasih Bu Dermi hanya mempromosikan dari pasar tetapi tak jarang juga memasukkan ke mall melalui event, seperti Hartono Mall, Mall The Park Solo dan Solo Paragon. lisa ariyani

Exit mobile version