JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Jurnalis Perempuan Ini Menang Gugatan Soal Kesetaraan Gaji Atas BBC

Jurnalis BBC Samira Ahmed memenangkan gugatan atas pembayaran gaji yang tidak adil antara karyawan pria dan wanita di BBC / daily mail / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Seorang jurnalis BBC, Samira Ahmed (51) berhasil memenangkan gugatannya di pengadilan lantaran ketidakadilan mengenai besaran gaji antara karyawan pria dan wanita.

Lantaran itulah, akhirnya BBC terpaksa harus membayar kepada sejumlah karyawannya uang lebih dari 3 juta pound sterling atau setara Rp 53,9 miliar.

Shamira yang saat itu menjadi host dalam program Newswatch sejak tahun 2012 hanya digaji sebesar 440 pound sterling untuk setiap tayangan selama 15 menit.

Sementara rekan kerjanya Jeremy Vine, 54. yang bekerja untuk program Points of View antara tahun 2008 hingga 2018, dibayar 3 ribu pound sterling per episode.

Shamira membawa ketidakadilan pembayaran gaji oleh BBC ke pengadilan. Menurutnya, BBC memberlakukan ketidakadilan pembayaran gaji antara karyawan perempuan dan karyawan pria. Karyawan perempuan dibayar lebih kecil dibandingkan karyawan pria.

Gugatan Shamira dimenangkan oleh hakim Harjit Grewal secara keseluruhan.

“Kewalahan. Terima kasih atas kata-kata yang baik,” kata Shamira menanggapi kemenangannya melawan BBC sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 11 Januari 2020.

Kemenangan Shamira menginspirasi banyak karyawan untuk menuntut keadilan dalam pembayaran gaji atau honor.

BBC saat ini belum memutuskan apakah akan membayar kompensasi kepada sekitar 50 karyawannya atau akan menghadapi 70 kasus hukum lainnya di pengadilan.

Shamira menyatakan kemenangan dirinya di pengadilan juga karena dukungan serikat pekerja dan rekan kerjanya yang mendukung kesetaraan dalam pembayaran gaji antara perempuan dan pria.

BBC berkilah pembayaran gaji tidak setara karena kedua presenter melakukan pekerjaan yang serupa. Alasannya program yang dibawakan Shamira relatif kurang terkenal dibandingkan Points of View.

BBC membantah pembayaran gaji terhadap Shamira lebih kecil karena dia perempuan.

Namun BBC menyatakan akan melakukan perubahan signifikan sesuai putusan pengadilan dan akan bekerja sama dengan Shamira Ahmed secara positif tentang kesetaraan gaji antara perempuan dan pria.

www.tempo.co

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19