JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Polisi dan Relawan SAR Berbagai Elemen Penuhi Waduk Kembangan dengan Perahu Karet. Ada Apa?

227
Relawan dan SAR gabungan saat melakukan latihan gabungan penanganan kecelakaan air di Waduk Kembangan, Karangmalang, Senin (13/1/2020). Foto/Wardoyo
loading...
Relawan dan SAR gabungan saat melakukan latihan gabungan penanganan kecelakaan air di Waduk Kembangan, Karangmalang, Senin (13/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM
Ratusan relawan dari berbagai instansi dan komunitas di Sragen digembleng pelatihan search and rescue (SAR) di Waduk Kembangan Sragen, Senin (13/1/2020).

Mereka dilatih teknik penanganan korban kecelakaan air sebagai antisipasi bencana banjir jika sewaktu-waktu terjadi seperti tragedi banjir bandang 2007 silam.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan latihan bersama diikuti oleh sebanyak 110 personel relawan dari Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, BPBD Sragen dan SAR.

Mereka bekerjasama dengan tim relawan dari Perhimpunan Pecinta Alam Dan Kemanusiaan (Himalawu), PMI, SAR MTA, Tagana, Polisi Desa, dan pasukan Semut Ireng.

Kapolres menyampaikan kegiatan ini merupakan antisipasinya bencana utamanya banjir di sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Salah satunya musibah banjir parah di 2007, yang berdampak merendam sebagian besar wilayah Sragen.

Baca Juga :  Diduga IQ Tak Nyampai, 3 Siswa Baru di Sekolah Favorit SMAN 1 Sragen Akhirnya Nyerah dan Pilih Keluar. Korban Efek Buruk Zonasi?

Selain itu pemetaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD setempat bahwa seluruh warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) berpotensi terkena luapan Bengawan Solo.

Menurut Kapolres, kegiatan ini sengaja melibatkan dari komponen- komponen dan perangkat yang ada agar menyinkronkan persepsi apabila nanti terjadi bencana.

“Namun kami harapkan tidak terjadi untuk tahun ini dan ke depan. Meski demikian untuk mengantisipasi yang tidak kami inginkan kami harus mempersiapkan diri apabila kejadian tersebut terjadi kembali,” papar Kapolres di sela kegiatan.

Kepala BPBD Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono mengatakan materi yang disampaikan ialah teori basic yang harus dipahami oleh tim SAR.

Teori basic ini bisa digunakan untuk penanganan laka air dan juga digunakan saat terjadi banjir. Harapannya latihan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kerjasama seluruh regu SAR.

Baca Juga :  Kecelakaan di Sidoharjo Sragen, Ngegas Kebablasan Mobil Panther Warga Sukoharjo Terguling Masuk Sawah. Warga 2 Desa Dikerahkan Bantu Evakuasi

Ia juga menyampaikan latihan tim gabungan ini merupakan inisiasi awal yang baru dilakukan baru setahun sekali ini namun tim relawan sudah secara periodik.

Sedangkan pemateri perwakilan SAR Himalawu, Yudhi Sugiarto menyampaikan, materi yang diberikan segala teknik yang dilakukan ketika melakukan pertolongan kepada korban. Meliputi dari cara menggunakan pelampung, tekhnik penyelematan korban hingga teknik menaiki perahu karet. Wardoyo